
Dok.Shutterstock
Walaupun idenya cukup unik, toko yang kini berumur 96 tahun itu sempat tidak memasang harapan besar.
Hanya dalam semalam penjualan di tahun 1985, Ichigo Daifuku langsung digemari konsumen. Tepung ketannya diolah dari beras daerah Miyazaki dan anko (red bean paste) dari azuki (kacang merah) Hokkaido dan Kyoto. Airnya dari Nigata Onsen.
Toko lain melakukan yang sama dan varian ini akhirnya populer di tahun 1980an itu. Ada juga yang mochi-nya bulat ‘polos’ lalu digunting di bagian tengahnya untuk diisi anko dan stroberi.

dok.Getaroundjapan.jp
Penulis artikel japantoday.com menilai anko (red bean paste) dan mochi yang punya karakter rasa yang ringan bertolak belakang dengan stroberi yang kecut dan rasanya dominan. Namun, nyatanya kekontrasan ini disukai.
Stroberi terbaik Jepang datang dari musim dingin. Sebelum Valentine, toko-toko berebut berjualan Ichigo Daifuku.
Di tahun 2019, satu Ichigo Daifuku di Tamaya dijual sekitar Rp33.000,-.
Kini, Osumi Tamaya masih berdiri di Shinjuku, beserta kreasi ciptaannya. Pelancong mancanegara rajin ke sini, termasuk mereka yang penasaran dari Indonesia. (f)
Baca juga:
Berekplorasi di Dapur Saat Pandemi, Nicholas Saputra Pede Dengan Masakannya
Seberapa Pedasnya Buldak Sauce Varian Extreme? Fans Kfood Perlu Tahu
Perluas Popularitas Daging Asap, RAMUASAP Authentic Smokehouse Dibuka di Kemang
Trifitria Nuragustina
Topic
#resepmochi, #ichigodaifukujapan, #strawberrymochi


