
Foto: Dok. Dailybox
Di antara segudang pilihan menu yang ada dalam aplikasi food delivery, rice box atau nasi kotak atau makanan sejenisnya (bento dan rice bowl), kini menjadi pilihan praktis untuk memuaskan rasa lapar. Sekotak nasi dengan berbagai lauk dengan harga terjangkau tentu sangat membantu mengurangi kebingungan dalam memilih menu, baik untuk makan siang ataupun makan malam.
Ini sebabnya, beberapa tahun belakangan menjamur pengusaha kuliner yang fokus dalam menyajikan nasi kotak. Trend cloud kitchen, restoran yang fokus pada layanan delivery, yang mengandalkan teknologi, juga sangat menunjang usaha ini.
Persaingan yang ketat tentunya mengharuskan tiap penjaja rice box harus melakukan inovasi untuk mencolek rasa penasaran para calon pembelinya. Inovasi dan kreativitas para juru masak di balik sajian rice box diuji. Dailybox adalah salah satu yang rajin mengulik menu-menu baru (khususnya menu Nusantara) yang bikin penasaran.
Setelah berhasil memperkenalkan Se’i dari NTT, Ayam Woku dari Manado, Ayam Pop dari Padang, ini saatnya Dailybox mengangkat derajat jengkol lewat Semur Jengkol Ningrat dan memperkenalkan makanan khas Betawi ini ke seluruh pelosok Indonesia,” ujar Kelvin Subowo, Co-founder Dailybox .
Walau terdengar nyeleneh, tapi pemilihan menu ini sudah melalui pemikiran yang matang. Sampai saat ini, jengol masih dianggap sebagai makanan yang tidak keren. Mungkin karena baunya yang sering mengganggu, banyak yang enggan mengonsumsinya, terutama di depan publik. “Tapi kalau lagi sendirian, mereka suka makan jengkol,” kata Kelvin saat acara peluncuran menu baru yang bertempat di R&D Kitchen Dailybox.
“Permintaan pasar terhadap jengkol cukup tinggi. Juni kemarin, harga jengkol meroket naik 3-4 kali lipat. Harga satu kilogram jengkol sempat menembus Rp 80.000/kg, lebih mahal daripada harga satu ekor ayam. Tetapi, permintaan jengkol tetap tinggi. Ini membuktikan jengkol banyak peminatnya,” terang Kelvin.
Jengkol dalam menu baru Dailybox ini hadir dalam balutan bumbu semur yang legit. Dipadukan dengan telur dadar, tempe goreng, dan irisan timun. Jika disantap besamaan, semua memiliki peran masing-masing untuk menyenangkan lidah, baik secara rasa maupun teksturnya. Femina sudah mencobanya, bau yang ‘ditakutkan’ itu tidak ada. Tekstur jengkolnya pulen dan bumbunya merasuk. Ada aroma dan rasa segar yang muncul dari bumbunya.
Ada cerita menarik di balik pembuatan menu Semut Jengkol Ningrat ini. Bumbu yang digunakan menggunakan sambal yang spesial. Cerita mengenai sambal ini dimulai saat awal masa pandemi, ketika itu Kelvin dan Chef Arcad Fadillah, Corporate Executive Chef Dailybox, bertemu dengan ibu Yanti. Ibu Yanti adalah seorang pedagang di Tanah Abang yang terpaksa menutup tokonya akibat pandemic Covid-19. Melanjutkan hidup, Ibu Yanti membuat sambal dan menjualnya. Sambal ini dicicipi oleh Arcad.
Kepincut sambal Ibu Yanti, akhirnya Kelvin dan Arcad berkolaborasi dengan Ibu Yanti dan mengeluarkan produk Sambal Nagih. Kolaborasi ini tidak hanya sekadar membeli dan menjual kembali sambal Ibu Yanti. Dailybox memberikan pelatihan mengenai standar usaha kuliner yang baik.
“Karena permintaan akan Sambal Nagih meningkat, produksi sambal kini juga dikerjakan oleh ibu-ibu di sekitar rumah Bu Yanti,” ujar Kelvin. Saat ini, Ibu Yanti mampu memasok 1 ton sambal per bulan untuk kebutuhan Dailybox. Sambal ini juga menjadi bumbu dasar menu Semur Jengkol Ningrat.
Dailybox memang sudah biasa berkolaborasi dengan para chef dan selebriti dalam meramu menunya. Namun, kali ini berbeda. Kelvin dan Arcad mengaku sangat senang dapat membatu para pengusaha UMKM untuk berkembang. Ke depan, Kelvin dan Arcad memiliki rencana untuk mencari ‘Ibu Yanti’ lainnya, dan memperkenalkan makanan-makanan tradisional Indonesia yang belum banyak dikenal.
Baca juga:
Menikmati Sarapan di Tulodong Bawah 12
Pertama di Dunia, Cloud Kitchen dan Outdoor Dining Serba Vegan
Oat Mylk yang Lagi Hits di Jakarta
Topic
#jengkol, #ricebox, #nasikotak, #sambal


