Foto: Dok. Syrco BASÈSetelah membuat berita dengan berpindah ke Ubud dari restoran Pure C yang berbintang Michelin di Belanda, Chef Syrco Bakker meluncurkan season kedua restoran Syrco BASÈ, Ubud.
Masih untuk mengapresasi Bali yang surga merupakanbahan baku, chef berdarah seperempat Indonesia ini melandasi pembuatan menunya seputar TNT, yakni Transparency, Nature, dan Traceability. Dari kacamata seorang chef yang sebelumnya lebih dekat dengan bahan Eropa, bahan artisan lokal diberi pendekatan baru yang menarik.
Yang Baru di Ku
Menu baru bisa dinikmati di Ku, ruang yang mempertemukan langsung tamu dengan Chef Syrco (konsep chef’s table). Ada visual menarik live cooking.Chef Syrco antara lain bereksplorasi dengan bunga marigold khas sesembahan dewa. Keong yang menjadi sumber protein dari sawah lokal juga dipakai. Noa Tanghe, sommelier Pure C yang juga diboyong Syrco, menjadi kurator wine.
Barisan sambal juga baru dan menggugah selera.
“Dari notes jeruk nipis Sambal Andaliman, ke rasa umami sambal Sulawesi Selatan yang mengandung ebi, serta rasa rustic bawang goreng dan bawang putih Bali. Orang Indonesia tak bisa hidup tanpa sambal!” ujar Syrco.
Tuna dan Grouper. Foto: Dok. Syrco BASÈPlant-based menu tak kalah nikmat
Di ruangan lainnya, dining room berkapasitas 50 tamu, Chef Syrco juga menghadirkan menu-menu lezat seperti Grouper, yakni kerapu bercampur lidah buaya, Sambal Ijo, dan tanaman lokal. Ada pula tuna bercampur tomat, jahe, dan kenari.Ia juga kembali menjual paket menu plant-based; melibatkan ubad, sekumpulan herba khas dalam tradisi menjaga kesehatan. Ubad juga muasalnya nama Ubud. Tanaman lainnya dipetik dari edible garden Syrco BASÈ.
Terkesan dengan Syrco BASÉ di acara medianya beberapa bulan lalu, Femina sukses diajak penasaran dengan garapan terkini ini. Sahabat Femina juga, kan? (f)
Trifitria Nuragustina
Topic
#kuliner




