
Foto: TN
Lokasi:
Alamat: The Westin Jakarta lantai 67 - 69, Jl. H.R. Rasuna Said Kav.C-22A, Jakarta Selatan. Telp: 0878 00028008.
Jam buka: 18.00 – 01.00 WIB.
Harga: Rp50.000 – Rp300.000
Suasana: Tersedia dining room dengan panorama malam yang dramatis. Area bar untuk suasana yang lebih hidup.
Rekomendasi Editor:
Mencari sederet hidangan istimewa di kunjungan pertama? Ini rekomendasi femina.
- Arroz con Pato
- Cochinillo
- Viera con Queso
- Udon con Carne
- Tiradito Pulpo Al Olivo
- The Tapioca
Tentang Chef:
Hajime Kasuga menggeluti nikkei cuisine lebih dari 20 tahun. Ia sempat berpindah ke industri di Jepang dan kemudian mengembangkan kembali gaya memasaknya yang spesifik ini ke tanah kelahirannya di Peru. Ia salah satunya pernah bekerja untuk chef Nobu Matsuhisa di Lima dan menyerap banyak ilmu dalam mempertemukan bahan-bahan dari dua dunia menjadi cita rasa baru yang balans.
Gelombang warga Jepang ke Peru pada tahun 1889 membawa lebih dari sekadar perubahan sosial dan ekonomi. Di rumah-rumah baru mereka kedai dibangun, melayani kebutuhan bersantap orang lokal. Memasukkan seafood --yang merupakan kesukaan mereka-- ke dalam sajian Peru dan mengenalkan teknik memasak minimalis.
Sushi lalu dibuat menggunakan daging merah. Jahe hingga rumput laut dipertemukan dengan kentang dan umbi-umbian, yang lekat sebagai bahan pokok rakyat Peru. Ceviche juga lahir dari kolaborasi ini, penyatuan dua budaya ini dikenal sebagai nikkei cuisine. Kata ‘nikkei’ salah satunya bisa merujuk pada keturunan dari dua ras berbeda tersebut.
Mereka akhirnya menetap selepas masa kontrak kerja, juga mengisi bilik-bilik kantor perusahaan raksasa Jepang yang perlahan membuka cabangnya di Peru. Kini, Peru adalah negara kedua di Amerika Selatan dengan penduduk keturunan Jepang terbanyak.
Di dua dekade terakhir industri restoran, dua kultur dapur yang kontras ini dipilih oleh tangan-tangan chef sekelas Albert Adrià yang membuka Panka di Barcelona. Nobu di Amerika juga menyentuh nikkei cuisine (selain dengan fusion sushi California) dan Maido di Peru, posisi delapan restoran terbaik tahun ini.
Tak ketinggalan, nikkei cuisine pun hadir di Jakarta, menyapa publik lewat restoran Henshin di The Westin Jakarta. Rooftop bar didesain menghadap view terbaik Jakarta. Head chef-nya, Hajime Kasuga, adalah Jepang generasi ketiga di Peru. Dari Kota Lima, ia membawa Sous Chef Sandro (cold kitchen) dan Sous Chef Ivan Casusol (hot kitchen).
“They have a great coordination. One guy can think, one guy can cook,” ujar Arun Kumar, General Manager The Westin Jakarta, menilai solidnya ketiga chef itu. Ia sempat mengundang Julio Cárdenas, Duta Besar Peru untuk Indonesia, untuk mengetes hidangan Hajime.
“Ia menyebutnya representatif yang sangat baik untuk kuliner Peru. Duta Besar langsung memberikan restu,” ujarnya, menambahkan.
Sushi rolls diberikan krim dengan campuran cabai, jeruk nipis, dan merica. Gaya lainnya, dibuat menggunakan tenderloin dan sedikit saus chimicurri. Entakan seru pada bahan-bahan murni. Gurita, yang dulunya tidak pernah dilirik oleh orang Peru, juga menjadi bahan terpopuler dalam nikkei cuisine. Gurita disebut pulpo di Peru. Ada pula Udon Con Carne.
Sederet cocktail-nya juga tak biasa. Coba Hajime The Sensei, campuran dari coconut liquor, Japanese whisky, bitters, dan vermouth yang diperam dalam claypot. Unik! (f)
Baca juga:
Mencari Inspirasi untuk Menulis? Cek Writers Bar di Raffles Hotel Jakarta
Grow Up, Bar Terkini Besutan Ryan Clift di Seminyak
Aneka Menu Nikmat dan Sehat di HONU Poke and Matcha Bar
Trifitria Nuragustina
Topic
#rekomendasirestoran, #wisatakuliner, #kulinerjakarta



