Kehangatan tradisi Palembang hadir melalui Mie Celor, mi udang berkuah santan kental; ‘celor’ berarti ‘celup.’ Ini masakan Peranakan yang terbentuk dari asimilasi orang China kala singgah di Palembang untuk mencari rempah bagi bangsa Eropa. Budaya Tionghoa pun menyatu ke cita rasa lokal sarat rempah, melahirkan mi kental mirip lo mie namun lebih berbumbu.
Primo Rizky yang asli Palembang mengandalkan pasokan di kedainya dari kiriman sang ibu dari kawasan Tebet, di sebuah rumah bernomor 6D.
Kuah Mie Celor ini lezat dihirup, penuh cita rasa sarat rempah. Foto: IG @miecelor6d
Hadirnya kembali bisnis rumahan yang sempat vakum setelah pandemi ini disambut hangat pelanggan lama. Mie Celor, berisi telur rebus, taoge, dan udang, memang jarang ada di Jakarta. Sambal hijau dan jeruk nipis mengiringi sebagai penyedap sajian.
Unggulan kedua adalah Tekwan, bola-bola ikan dan tapioka dalam kuah udang yang bening, bercampur bengkuang dan jamur kuping. Tekwan singkatan dari “Berkotek Samo Kawan” (duduk, ngobrol bersama kawan), seakan bercerita bahwa makanan lezat merekatkan; apalagi kala dipungkas Es Kacang Merah yang juga ada di sini. Cobain buruan! (f)
MIE CELOR
Melawai Plaza, lantai dasar unit 168-169
Jln. Melawai No.13, Jakarta Selatan
Jam operasional:
10.00-19.00 (last order 18.30 WIB)
Tutup Hari Senin
Trifitria Nuragustina
Topic
#kuliner




