Food Review
Floral Cuisine dan Seni Memasak Chef Thierry Drapeau yang Memikat Michelin

16 Apr 2025

Di tengah banyaknya chef ekspatriat yang berkarier di Bangkok, Thierry Drapeau menonjol sebagai yang disegani. Di restoran Signature Bangkok, ia menghadirkan floral cuisine—presentasi hidangan yang nyaris terlalu indah untuk dimakan, dengan bebungaan lokal sebagai salah satu pikatnya. 

Kreasi Chef Thierry Drapeau, terlalu cantik untuk dicicip! Foto: Dok. VIE Hotel Bangkok - MGallery Collection

Ia sebelumnya sukses mempertahankan dua bintang Michelin selama sembilan tahun di restorannya di Prancis, Thierry Drapeau Saint-Sulpice-le-Verdon. Kecintaannya pada masakan berakar dari sang ayah yang gemar memasak untuk keluarga di pedesaan Loire Valley. Di sanalah ia merasakan magisnya dapur dan alam.

Signatures cantik menatap kota

Plakat Michelin terpampang mencolok di pintu lobi VIE Hotel Bangkok — MGallery Collection, penanda restoran ini yang bersembunyi di lantai 11. Satu bintang Michelin telah diraih selama tiga tahun berturut-turut. 

Dekor Signature Bangkok sarat bebungaan, mengingatkan akan atmosfer tea room yang elegan. Dari balik jendela besar, tamu bisa menikmati pemandangan kota, termasuk deretan mal Siam dan gedung-gedung metropolitan. Open kitchen-nya terbuka untuk disambangi. Tamu bisa mengamati langsung aksi Chef Thierry (atau memberanikan diri untuk mengobrol!).

Per malam hanya dibatasi 20 tamu. Foto: Dok. VIE Hotel Bangkok - MGallery Collection

Selain penggunaan bebungaan lokal, Chef Thierry menggunakan rempah Thailand, menghasilkan modern French cuisine yang lebih ekspresif.

Banyak hidangannya berbasis jus dari rasa alami poultry, meats, dan fish, dengan sedikit sekali penggunaan mentega. Petani Chiang Mai memasok buah dan sayur, didukung petikan segar dari rooftop garden VIE Hotel Bangkok - MGallery Collection.

Bintang Michelin bukan garis finish

Hadir opsi 5-course dinner dan 8-course dinner dari Selasa hingga Minggu, dengan kapasitas hanya 20 tamu per malam.

Paket La Petit Banquet di season ini antara lain dibuka dengan sup labu patimarron dan bacon emulsion beraroma bunga calendula. Ada juga Le Saint Jacques ala Britanny yang merupakan scallop dan Japanese radish berendam beef consomme.

Juga memikat, main course berupa burung dara dengan nori postachio, ditemani tendangan segar ceri. Ada pula ikan cod dengan miso-bunga saffron espuma. Selalu ada semerbak bebungaan dan rempah pada hidangan Chef Thierry. 

Chef Thierry dan kreasinya yang indah di mata, lezat di lidah. Foto: Dok. VIE Hotel Bangkok - MGallery Collection

Beragam keju Prancis menjadi jeda menuju dessert. Troli keju ini berisi antara lain Comté Grande Garde hingga Mont d’or (dari raw milk).

Sebagai pamungkas, sepiring Plaisir Sucré berisi blueberry nougat, mawar, dan emulsi dari beberapa bunga lokal. Selaras ditemani Moscato d’Asti dari G.D. Vajra atau beragam tisane (teh bunga). 

Menurut Nicholas Peth, General Manager VIE Hotel Bangkok - MGallery Collection, mempertahankan bintang Michelin selama tiga tahun berturut-turut di Bangkok—kota dengan persaingan kuliner terketat di Asia—adalah kehormatan besar. Bagi Chef Thierry, mempertahankannya bukanlah akhir perjalanan, melainkan bahan bakar untuk terus berinovasi.

Jakarta memang boleh iri pada Bangkok yang sudah lebih dulu menempatkan panduan Michelin di kotanya. Efeknya mengakselerasi industri. Persaingan sehat tercipta, standar kuliner yang naik, dan eksposur pasar terhadap pasar turis global. Michelin bukan cuma soal bintang, tapi juga game changer buat seluruh ekosistem kuliner. (f)
 

Trifitria Nuragustina


Topic

#kuliner, #signaturesbangkok, #ThierryDrapeau

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?