Food Review
Di Kedatangan Kembali ke Jakarta, Locavore Usung Makanan Hasil Ekspedisi Hutan

9 Dec 2020

Locavore NOW
The Dining Room - Raffles Hotel Jakarta 
Ciputra World 1, Jl. Prof. DR. Satrio No.5
Kuningan, Jakarta Selatan

Reservasi: Melalui online Chope atau riyan@locavore.id (Selasa-Sabtu)


Harga: Rp995.000++  (tambahan Rp495.000++ bila disertai pairing minuman)

Kabar hadirnya kembali restoran Locavore di Jakarta menggembirakan para gourmet traveler. Tanpa perlu terbang ke Bali, experience bersantap dari restoran penyabet award dunia dan satu-satunya penembus penghargaan Asia's 50 Best Restaurant ini bisa didapat. 

Kembali, Raffles Hotel Jakarta menjadi tuan rumah, membuka pintunya untuk tim chef Eelke Plasmeijer dan chef Ray Adriansyah di restoran The Dining Room. Pop-up sebelumnya bertema "Pancaroba" meraih antusiasme dari deretan tamu reguler hotel luks ini. 

Kedatangan kali ini berlangsung lebih lama, sepanjang 4 Desember 2020 - 17 Januari 2021, yang berarti jamuan pergantian tahun juga akan ditangani oleh tim dapur bergengsi dari Ubud ini. 

Tetap serba bahan lokal, tema #locavoreNOW berputar di kekayaan alam tropis. Hutan liar jadi sumber bahan baku, juga perairan Indonesia. Drink pairing hadir dari mixologist Raka Ambarawan dari The Night Rooster, Bali. 

Di acara media tastingfemina disambut sebuah area tunggu bersuasana hutan yang temaram. "An extended field trip discovery," sebut promosinya di Instagram @restaurantlocavore. Sebuah bar mini dipenuhi tanaman dan stoples kaca. Isinya serangga hingga ulat. Kaget? 

Di penelitian dunia, serangga (semut, jangkrik, dll) dan ulat telah menjadi perhatian laboratorium maju. Semuanya dipandang sebagai makanan masa depan sebagai protein alternatif dan bisa dikembangbiakkan secara berkelanjutan, tanpa merusak alam. 

Di ruang makan, tamu diajak 'mengarungi ekspedisi' sepanjang 17 courseZero waste dan juga menampilkan bahan-bahan yang jarang dilirik. Semisal, daun labu menjadi keripik bersalut bubuk base genep. Bunga kamboja goreng tepung bersaus marygold (bunga gemitir). Penggemar Locavore memang datang untuk menikmati sesuatu yang nonkonvensional.

Ini beberapa di antaranya:
  • Baby corn bakar, bertabur bubuk laron, cocolan coffee-miso
  • Jantung sapi yang diolah bak tekstur pastrami. Ditemani otak sapi goreng!
  • Sosis daging bebek dan versi roasted-nya
  • Gurita bakar bumbu keluak, mangga muda, berteman daun 'timun tikus'
  • Mud crab dengan miso velouté dan bunga gemitir (marygold)
  • DessertFrozen rice porridge bersaam crispy rice dan cuka mangga
  • DessertBali chocolate gelatococoa butter cake, cocoa nougat, chocolate mousse
Ekspedisi di bawah 'profesor' Plasmeijer dan 'Dokter' Ray menunjukkan bahwa bahan yang tak dianggap potensial mampu berubah menyenangkan, bahkan menantang. Misalnya, semut yang dicelup ke dalam madu liar sebagai welcome bite femina saat itu. Enak? Sejujurnya, iya dan teksturnya renyah, tanpa cita rasa yang mengganggu. 

Slow-roasting dan fermentasi menjadi banyak cara Locavore dalam mengubah wujud bahan. Tak terbayang berapa banyak eksperimen dan menjadi 'kelinci' percobaan hasil temuan sendiri yang diarungi. Ini pula hal lazim yang dilakukan banyak restoran penyabet award kelas dunia: Mencari sumber protein alternatif hingga mengulik tanaman unik. Tak sembarangan, karena higienitas, keamanan pangan bagi yang mengonsumsinya, dan sustainability (baca: alam) juga diperhatikan di dapur-dapur profesional ini. 

Jika tertarik 'berekspedisi', lakukan reservasi karena jumlah tamu dibatasi demi social distancing. Jika cukup 'nyali', coba semua jajaran serangga bakar/goreng yang ada bar area tunggu! (f)

Foto: Femina
 

Baca juga: 
Hong Kong Wine & Dine Festival Gabungkan Format Online dan Offline
Kompetisi Raih Pesanan Food Delivery Senilai 300 Juta Rupiah
Zero Waste, Sisa Olahan Cold Press Juice Dijadikan Pakan Ternak Bernilai Tinggi

 

Trifitria Nuragustina


Topic

#locavorebali, #restaurantsinJakarta

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?