Food Review
Di Akhir Tahun, SEMAJA Sajikan Nostalgia Rasa Menggugah Lidah dengan Sentuhan Modern

24 Nov 2025

Catch of the Day yang Femina coba (kakap hitam); Singkong Tumbuk Ikan Teri, salah satu favorit Femina. Foto: Dok. Semaja


Palet rasa lidah kita adalah tempat menyimpan berbagai kenangan rasa, termasuk memori hidangan Nusantara yang memberikan kehangatan sekaligus menggugah lidah.

SEMAJA mengajak kita bernostalgia rasa lewat rangkaian menu terbaru di penghujung tahun ini, yang pastinya membuat lidah kita menari.

Tema Rasa Lama, Gaya Baru–tentunya dengan esensi khas Semajamenyajikan hidangan nostalgia dari comfort food Nusantara, dengan bahan baku berkualitas dan sentuhan pengolahan yang lebih modern.

Executive Chef Semaja, Glenn Erari, meracik beragam menu khas Indonesia dengan pendekatan kreatif tanpa meninggalkan akar tradisi. Bumbu-bumbu utama tetap digunakan, namun dielevasi dengan teknik masak terkini dan bahan lain.

“Setiap hidangan kami rancang untuk membawa cerita. Bukan hanya memanjakan lidah, tapi juga membangkitkan ingatan dan menciptakan koneksi,” ujar Chef Glenn.

Judul tema ini sendiri–Rasa Lama, Gaya Baru–terinspirasi gaya bahasa pemasaran era 1990-2000-an, sebuah pendekatan yang terasa akrab dan hangat di hati, terutama untuk mereka yang besar di era itu. Lewat gaya ini, Semaja ingin menghadirkan pengalaman bersantap yang dekat, namun tetap segar dan relevan.

Total ada selusin menu baru, ditambah satu menu spesial yang berganti setiap hari, yakni Catch of The Day. Menu ini adalah olahan ikan segar yang disajikan sesuai hasil tangkapan harian untuk menjaga kesegarannya, antara lain kakap merah, ikan kuwe besar, tenggiri ekor panjang, kakap hitam, dan mujair. 

Saat melihat sajian menu baru ini untuk icip-icip, Femina auto menitikkan air liur. Dan setelah dicoba, Femina sulit untuk berhenti, apalagi beberapa menu yang langsung jadi favorit. 

Dari Sumatra, Chef Glenn mengelevasi hidangan-hidangan:
1/ Ayam Goreng Lengkuas (Minang); dengan ayam probiotik yang direbus perlahan lalu digoreng hingga renyah, dibumbui lengkuas dan ketumbar. Kremesannya saja enak banget untuk topping nasi!

Ayam Goreng Lengkuas dan Terong Crispy Balado. Foto: Dok. Semaja

2/ Terong Crispy Balado (Padang); terong goreng renyah disajikan dengan sambal balado, kacang tanah, dan ikan teri.

Dari Jawa, berbagai comfort food direinterpretasi:
3/ Semur Pipi Sapi Betawi (Jakarta); pipi sapi yang dimasak perlahan dalam kuah semur manis, disajikan dengan tumisan sayur dan acar. Dagingnya lembut dan cocok untuk pencinta rasa gurih-manis.

Semur Pipi Sapi Betawi dan Lumpia Kepiting. Foto: Dok. Semaja

4/ Lumpia Kepiting (Semarang); lumpia renyah yang isinya penuh daging kepiting, rebung, jamur, dan ayam, dicocol saus kacang dan acar cabai rawit.

Dari Kalimantan, Bali dan Nusa Tenggara, serta Sulawesi, hidangan-hidangan berikut bikin lidah menari:
5/ Tumis Kacang Panjang Tiram (Banjar); tumis kacang panjang tumis dengan saus tiram, bawang putih, kerang, dan telur ikan. Old school tapi ngangenin!

Tumis Kacang Panjang Tiram dan Sei Sapi Sambal Luat. Foto: Dok. Semaja

6/ Sei Sapi Sambal Luat (Kupang); brisket sapi asap yang dimasak delapan jam, disajikan dengan kecombrang, cabai, dan daun singkong. Aromanya sangat menggoda!

7/ Nasi Goreng Konro (Makassar); nasi goreng berbumbu konro dengan iga sapi, saus konro, dan kuning telur asin yang tak cukup hanya sepiring. Nasi goreng ini disajikan bareng rempeyek, reinterpretasi Chef Glenn akan cita rasa kacang yang biasa dipadankan sop konro.

Nasi Goreng Konro dan Bakwan Jagung. Foto: Dok. Semaja

8/ Bakwan Jagung (Manado); bakwan jagung manis yang renyah namun lembut, disajikan dengan sambal roa khas Manado.

Favorit Femina (karena ingin tambah terus!):
9/ Singkong Tumbuk Ikan Teri (Mandailing); sayur daun singkong tumbuk dengan santan, ikan teri, dan kecombrang ini enak banget digado atau bareng lauk lain.

10/ Empal Gentong (Cirebon); potongan daging sapi dimasak dalam kuah santan berbumbu rempah, disajikan dalam batok kelapa yang dibakar. Daging kelapa muda nan lembut di dalam batok juga bisa dikerok, dan dimakan bersama lauk lain atau dengan kuah santannya. Nikmat!

Sate Buntel Wagyu dan Empal Gentong. Foto: Dok. Semaja

11/ Sate Buntel Wagyu (Solo); daging wagyu cincang yang dibumbui jintan dan kelapa, dibakar di atas bara api, dilapisi kecap manis, dan disajikan bersama acar ini juara! Dagingnya lembut banget, lumer di mulut, meninggalkan rasa khas kuliner Jawa yang manis-gurih.

12/ Nasi Goreng Cumi Suna Cekuh (Bali); nasi goreng dengan cumi, bawang merah, cabai, terasi, dan bumbu base genep khas Bali. Ditambah ikura (telur ikan) sebagai topping, nyam! Nasi goreng yang disajikan dengan keripik diwarnai tinta cumi ini juga cocok sebagai pendamping semua lauk menu baru di atas. Chef's kiss!

Nasi Goreng Cumi Suna Cekuh yang wajib dicoba. Foto: Dok. Semaja

Cita rasa yang kaya dari rangkaian menu terbaru Semaja ini juga jempolan ditemani nasi putih hangat, dan beragam sambal Semaja yang nendang.
 

Zornia Harisantoso


Topic

#kuliner

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?