Alamat: SCBD, Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan
Telp: (021) 25501993
Sore di PA.SO.LA menyajikan pemandangan metropolis Jakarta.
Restoran di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, yang mengeksplorasi unsur Nusantara ini seakan bercermin pada kotanya: Terbuka dengan segalanya yang baru.
PA.SO.LA memang mengusung kearifan lokal, menampilkan kekayaan dari pelosok Indonesia, berpadu teknik kontemporer. Langkah yang berani, mengingat restoran buffet yang turut memiliki lounge ini sebenarnya bisa saja mengambil langkah praktis dengan menyajikan versi-versi populer.
Di ajang Year-End Media Dinner beberapa waktu lalu, empat course karya Executive Chef The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place Sean MacDougall hadir untuk dinikmati sebagai acara pelepasan tahun. Tentu, berkesempatan menikmati langsung opsi ala carte di restoran luks ini menjadi momen yang tak dilewatkan.
Jika Anda tidak berpadu pada menu card, tampilan hidangan mungkin bisa menimbulkan tanda tanya. Pembukanya berupa white meat yang dialasi keripik berwarna hitam kelam. Ini rupanya daging ayam berbumbu keueng ala Aceh, berdamping keripik dari beras hitam.
Yang selanjutnya tak ketinggalan mengesankan. Gelas mungil berisi dua lapisan makanan yang berpenampilan ala mousse ini hangat ketika dipegang.
Rupanya, ini intepretasi sang chef terhadap bubur ikan Asia.
"Wah, tekstur buburnya lebih solid. Rasa barramundi-nya pun ringan banget,” ucap seorang jurnalis di samping femina, mengagumi.
Tercium wangi ‘merica’ andaliman yang citrusy pada bubur ikan ini. Andaliman adalah rempah khas Batak yang juga bersensasi kebas, mirip merica szechuan. 'Merica' andaliman berkembangan sebagai tanaman endemik di sekitar Danau Toba, efek dari letusan ratusan tahun lalu yang megadahsyat.
Menyusul, menu Iga Sapi Balado yang serentak menerbitkan senyum kami saat diicip.
Permukaan beef rib steak yang dimasak hingga garing ini begitu nikmat. Skornya mengganda saat disapu ke saus balado dan kuah konro yang direduksi ke dalam tekstur glaze.
Sebagai pencuci mulut, sorghum pie crust berisi chocolate mousse dari biji cokelat Bali. Agar balans, sang chef menaruh belimbing wuluh confit di atasnya. Dalam satu suapnya, hadir kecut confit, pekat cokelat, dengan rasa manis dari crust yang tak berlebihan.
Bergantinya pemandangan ke malam mengakhiri pengalaman mengesankan ini. Kami berpindah ke area lobi yang sudah diwarnai free flow sparkling wine dan nyanyian Natal.
Kemampuan chef Sean dalam berokestrasi rasa di PA.SO.LA menghiasi perbincangan santai kami, dari bumbu khas Indonesia bersama pasangan proteinnya yang baru, hingga kehadiran aroma rempah dalam makanan berpenampilan wah.
Tidak memiliki masa lalu yang lekat dengan bentuk tradisional hidangan Indonesia justru menggiring chef Sean dalam menampilkan sudut pandang baru. Ia bergerak liar dalam mengawinkan unsur Asia ke warna Barat dan memukau kita ke dalam rasa-rasa yang tak terduga, namun menyenangkan.
Mari, jelang Natal nanti, sambangi PA.SO.LA. yang penuh warna dan kejutan. Dengan inovasi menunya, inilah tempatnya menikmati sajian buffet yang worth the money dan jauh dari kesan membosankan. Let's give it a go! (f)
Baca juga:
Chef Tommaso Gonfiantini Luncurkan Menu Terbaru GIA Jakarta
First Crack Coffee: Racikan Kopi Masa Kini
Belanja Ikan di Muara Baru, Yuk!
Trifitria Nuragustina
Topic
#artisanfood, #ritzcarltonindonesia, #organicfoodinjakarta




