Sudestada Argentinian Grill, Bar, and Cafe
Jl Irian No.18, Menteng
Jam buka: 11.00 - 22.00 WIB
Telp: 08119126556
Harga "Asado de Viernes": Rp355.000++ per orang
Sudestada Argentinian Grill, Bar, and Cafe memperkenalkan Asado de Viernes, program AYCE (All-You-Can-Eat) terbaru, terinspirasi dari makan sambil ngumpul gaya Argentina. Hadir tiap Jumat, santap asado sepuasnya dimulai 28 April lalu, sepanjang pukul 17.00-20.00 WIB.
Asado de Viernes ala Sudestada tak cuma menyoroti gaya memasak, tapi juga pada budayanya melalui penuturan chef Victor Taborda. Bila berjumpa dengannya, Anda bebas bertanya mengenai budaya yang menarik ini.
Chef Victor berpusat pada penggunaan alat memasak Monolith untuk potongan daging seperti Picanha, Striploin, Chorizo de Carne, Roasted Chicken, Chicken Skewers, hingga Grilled Mollejas. Steak didampingi grilled veggies, garlic rice, sauteed baby potatoes, hingga grilled pineapple.
Anda bisa membelinya bersama paket free-flow bir. Atau, bila ingin mencobanya ditemani vino tinto, alias red wine, sebagaimana yang juga lazim di Argentina masa kini, tanyakan rekomendasinya pada pramusaji.
Gaya Makan Kalangan Nomaden
'Asado' berarti 'bakar/ panggang' dari kata 'asar', tipikal diisi sajian barbekyu (bakar bahan makanan di atas bara api). Asado juga ditemui di negara Amerika Latin lainnya walau berakar dari budaya Argentina di abad ke-16.
Di sana, daging merah adalah staple, merebak dari kebiasaan berburu sapi sebagai sumber pangan termurah para pengelana dari kalangan Gauchos-Creole (Kreol). Mayoritas gaucho adalah mestizos, yang berarti orang-orang dari ras campuran, biasanya keturunan Eropa dan Pribumi. Mereka sebagian besar bekerja di padang rumput Argentina, Paraguay, Uruguay, Brasil Selatan, dan sebagian Bolivia. Karena padang rumput terbesar, yakni La Pampa, ditemukan di Argentina dan Uruguay, budaya gaucho paling menonjol di tempat-tempat ini.
Pola makannya ala koboi, yakni pengolahan makanan dari hasil berburu, utamanya daging sapi. Daging babi, kambing, hingga domba muda adalah alternatif karena lebih sulit dicari.
Koboi-koboi ini mengandalkan kayu bakar sederhana yang mudah ditemui di topografi gurun, tundra, hutan, dataran, sungai, lautan, dan pegunungan. Konon, tahapan makannya dimulai dari potongan 'biasa' seperti babat - menuju ke yang terfavorit seperti ribeye. Garam tidak dibawa berpergian karena terbilang mahal.
Sembari menunggu dagingnya matang perlahan, para koboi minum-minum yerba mate. Tak heran, mengolah daging bakar berkembang sebagai keahlian orang Argentina sejak lama. (f)
Baca juga:
Garlic Parmesan Wings Untuk Bekal Anak
Nasi Liwet Teri Khas Sunda Untuk Sajian Akhir Pekan
Kaab El Ghazal, Kukis Maroko Bentuk Tanduk
Jl Irian No.18, Menteng
Jam buka: 11.00 - 22.00 WIB
Telp: 08119126556
Harga "Asado de Viernes": Rp355.000++ per orang
Sudestada Argentinian Grill, Bar, and Cafe memperkenalkan Asado de Viernes, program AYCE (All-You-Can-Eat) terbaru, terinspirasi dari makan sambil ngumpul gaya Argentina. Hadir tiap Jumat, santap asado sepuasnya dimulai 28 April lalu, sepanjang pukul 17.00-20.00 WIB.
Asado de Viernes ala Sudestada tak cuma menyoroti gaya memasak, tapi juga pada budayanya melalui penuturan chef Victor Taborda. Bila berjumpa dengannya, Anda bebas bertanya mengenai budaya yang menarik ini.
Chef Victor berpusat pada penggunaan alat memasak Monolith untuk potongan daging seperti Picanha, Striploin, Chorizo de Carne, Roasted Chicken, Chicken Skewers, hingga Grilled Mollejas. Steak didampingi grilled veggies, garlic rice, sauteed baby potatoes, hingga grilled pineapple.
Anda bisa membelinya bersama paket free-flow bir. Atau, bila ingin mencobanya ditemani vino tinto, alias red wine, sebagaimana yang juga lazim di Argentina masa kini, tanyakan rekomendasinya pada pramusaji.
Gaya Makan Kalangan Nomaden
'Asado' berarti 'bakar/ panggang' dari kata 'asar', tipikal diisi sajian barbekyu (bakar bahan makanan di atas bara api). Asado juga ditemui di negara Amerika Latin lainnya walau berakar dari budaya Argentina di abad ke-16.
Di sana, daging merah adalah staple, merebak dari kebiasaan berburu sapi sebagai sumber pangan termurah para pengelana dari kalangan Gauchos-Creole (Kreol). Mayoritas gaucho adalah mestizos, yang berarti orang-orang dari ras campuran, biasanya keturunan Eropa dan Pribumi. Mereka sebagian besar bekerja di padang rumput Argentina, Paraguay, Uruguay, Brasil Selatan, dan sebagian Bolivia. Karena padang rumput terbesar, yakni La Pampa, ditemukan di Argentina dan Uruguay, budaya gaucho paling menonjol di tempat-tempat ini.
Pola makannya ala koboi, yakni pengolahan makanan dari hasil berburu, utamanya daging sapi. Daging babi, kambing, hingga domba muda adalah alternatif karena lebih sulit dicari.
Koboi-koboi ini mengandalkan kayu bakar sederhana yang mudah ditemui di topografi gurun, tundra, hutan, dataran, sungai, lautan, dan pegunungan. Konon, tahapan makannya dimulai dari potongan 'biasa' seperti babat - menuju ke yang terfavorit seperti ribeye. Garam tidak dibawa berpergian karena terbilang mahal.
Sembari menunggu dagingnya matang perlahan, para koboi minum-minum yerba mate. Tak heran, mengolah daging bakar berkembang sebagai keahlian orang Argentina sejak lama. (f)
Baca juga:
Garlic Parmesan Wings Untuk Bekal Anak
Nasi Liwet Teri Khas Sunda Untuk Sajian Akhir Pekan
Kaab El Ghazal, Kukis Maroko Bentuk Tanduk
Trifitria Nuragustina


