Film Before I Fall, Refleksi Diri Si Pelaku Bully

18 Apr 2017


Foto: Dok. Awesomeness Films/Jon Shestack Production
 
Samantha Kingston (Zoey Deutch) bisa dibilang memiliki segalanya untuk ukuran siswi SMA: kekasih tampan, tiga sahabat yang loyal dan populer, dan masa depan yang cerah. Pada Cupid Day yang jatuh pada tanggal 12 Februari, ia mendapat banyak kiriman bunga mawar. Menurut anggapan para siswa, jumlah bunga yang didapat pada Cupid Day menggambarkan tingkat kepopuleran seseorang di sekolah. Tak heran apabila Juliet Skyes (Elena Kampouris), gadis eksentrik yang pulang tanpa setangkai bunga, tak luput dari ejekan Sam dan ketiga temannya.

Malamnya, Sam menghadiri sebuah pesta dengan harapan ia bisa bercinta untuk pertama kalinya dengan sang pacar. Tidak disangka-sangka, Juliet turut hadir di pesta itu hingga Lindsay (Halston Sage), sahabat Sam, malah mengintimidasinya. Situasi memanas hingga semua tamu, termasuk Sam, mengolok-ngolok Juliet dan menyiram gadis itu dengan minuman hingga kuyup.

Di tengah perjalanan pulang, mobil yang Sam tumpangi mengalami kecelakaan. Itu seharusnya menjadi akhir kisah Sam. Namun, Sam justru kembali terbangun di pagi hari tanggal 12 Februari. Ketika Cupid Day itu terasa seperti déjà vu, sadarlah ia, bahwa ia sedang menjalani hari yang sama dan harus mengulangnya.

Sam tidak punya pilihan kecuali mencoba untuk mengubah takdir dengan berbagai cara. Dalam waktu yang tak terbatas namun mengekangnya itu, Sam perlahan menyadari kesalahan-kesalahan yang ia buat kepada orang-orang di sekelilingnya, termasuk dampak yang ia berikan kepada orang-orang yang ia anggap remeh, seperti orang tua, saudari, hingga teman sekolah yang menyimpan rasa kepadanya.

Before I Fall diangkat dari novel berjudul sama karangan Lauren Oliver. Tragedi pengulangan hari dalam film bukanlah hal baru karena film Groundhog Day hingga Age of Tomorrow sudah lebih dulu mempopulerkannya. Namun, bukan berarti film arahan sutradara Ry Russo-Young itu tidak dapat dinikmati.
Meski adaptasi ini terjebak pada stereotipe kehidupan siswi SMA pada umumnya, hubungan persahabatan antara Sam dengan ketiga temannya, Lindsay, Ally, dan Elody, terasa luwes dan memberikan dinamika tersendiri pada film ini. Tokoh Sam mengalami perubahan yang drastis dari dingin dan kaku. Setidaknya, penonton masih mampu menaruh simpati di akhir kisah tragisnya. Rindu dengan persahabatan ala anak SMA? Tonton saja film ini. (f)
 
Baca juga:
Ditonton Lebih dari 11 Juta Kali Dalam 12 Jam, Berikut 7 Fakta dari Trailer Film Thor: Ragnarok
Film Pilihan Minggu Ini: The Lost City of Z dan Gifted
3 Musik Wajib Dengar Minggu Ini: Dari Pleasure - Feist sampai The Ride - Nelly Furtado
The Fate of The Furious, Saat Masa Lalu Memecah Keutuhan Keluarga

 


Topic

#resensifilm

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?