Fashion Trend
Terus Bertumbuh Selama 19 Tahun, TULOLA Hadirkan Koleksi Terbaru Terinspirasi Narasi Personal

17 May 2026

Sri Luce Rusna dan Happy Salma berbagi cerita bertumbuhnya Tulola di Media Soirée. Foto: Dok. Tulola


Sebuah jenama memiliki cerita masing-masing dalam kelahirannya.

Contohnya TULOLA, yang berdiri pada tahun 2007 dari kegelisahan Sri Luce Rusna sekaligus kecintaannya pada kerajinan tangan Indonesia.

Happy Salma bergabung tahun 2011, membawa eksplorasi tema lebih beragam dan lintas disiplin, serta narasi kaya dari sebuah karya.

Di tahun 2017, Franka Franklin-Makarim bergabung, memperluas kehadiran Tulola di dunia retail.

Berawal dari sebuah garasi sederhana di Bali, Tulola terus bertumbuh. Sembilan belas tahun kemudian, Tulola telah melahirkan lebih dari 50 koleksi dan 100 ribu produk, tersedia di 11 toko di Bali dan Jakarta, karya 71 perajin yang dikelola oleh 123 anggota tim,  

Ada satu komitmen yang terus dipegang sejaka awal: Tulola merawat warisan budaya Indonesia, menciptakan karya, dan membangun koneksi yang bermakna dalam bentuk kerajinan seni perak. 

Di acara Media Soirée pada 12 Mei lalu, Sri Luce Rusna dan Happy Salma berbagi cerita tentang pertumbuhan jenama mereka, termasuk kegiatan Tulola selama setahun terakhir.

Acara penuh keakraban ini menjadi momen reflektif dalam merayakan kecintaan mereka terhadap legasi budaya Nusantara. 

Bagi Tulola, setiap produk yang lahir dari tangan para perajin bukan perhiasan semata, melainkansebagai arsip hidup tentang kerajinan, budaya, dan cerita Indonesia.

Tulola berdiri di atas empat pilar—Craftsmanship, Heritage, dan Rarity, yang bersama-sama menciptakan Connection antara perajin, karya, dan pemakainya. 

“Kami berusaha merawat warisan leluhur dan menjadikannya relevan di masa sekarang,” ujar Happy Salma. 

“Desain kami adalah living and breathing heritage,” Sri Luce Rusna menambahkan.

Bagi Sri dan Happy, warisan leluhur yang telah jadi motif komunal dan mereka olah menjadi perhiasan itu bukan sesuatu yang perlu dipatenkan.

“Motif kami justru bisa jadi motif komunal baru yang bisa ikut bertumbuh saat dipakai perajin lainnya,” ungkap Happy.

Pada kesempatan ini, Tulola juga menghadirkan koleksi terbaru, Adik Kakak, terinspirasi hubungan persaudaraan sebagai cinta yang tak akan lelah.

Sri Luce Rusna dan Happy Salma bersama Lena Amenda (tengah), kakak Happy; koleksi Adik Kakak yang terinspirasi serunya hubungan persaudaraan. Foto: Dok. Tulola

“Kalau biasanya Tulola terinspirasi dunia bintang, kali ini kami menampikan cerita yang lebih personal,” ujar Happy tentang Adik Kakak.

Koleksi dengan moodboard menggambarkan kehangatan hubungan Happy dengan sang kakak, Lena, ini terdiri atas 7 items Artwear dan 13 items Signature, berupa giwang, anting, bros, ear climber, gelang, dan sirkam dalam 2 warna emas dan silver. 

Ada pula perhiasan yang dipadukan batu permata seperti amethyst (kecubung) dan blue topaz. Desainnya mengambil ide dari elemen khas Jakarta retro.

Koleksi ini tersedia di semua toko Tulola dan situs web resmi, termasuk di dua toko baru Tulola di Kota Kasablanka dan Grand Indonesia, Jakarta. 

Tulola juga rutin menggelar acara bulanan Sore di Rumah Tulola, serta akan kembali menggelar Kawan Nusantara–kali ini bertema Evolusi pada Juli nanti. Kawan Nusantara bakal menghadirkan instalasi seni dan berkolaborasi dengan lima jenama lokal: Aidan and Ice, Camani, Ella & Glo, Glashka, dan desainer Jeffry Tan. (f)
 

Zornia Harisantoso


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?