Pengalaman Nonita sebagai fashion editor yang melakukan pemotretan di Kersik Luway, Kutai Barat, Kalimantan Timur, menginspirasi koleksi Forest Poetry yang menerjemahkan keindahan hutan tropis Indonesia ke dalam motif batik modern.
Motif flora dan fauna hutan tropis Indonesia menghiasi koleksi musim panas Purana tahun ini. Burung merak, burung rangkong, dan Cenderawasih raggiana, bermain bersama bunga anggrek hitam, kembang sepatu, dahlia kuning, hingga Sanseviera (lidah mertua) dalam palet warna cerah namun meneduhkan.
Forest Poetry, koleksi puitis mengeksplorasi keindahan flora dan fauna hutan tropis Indonesia. Foto: Dok. Purana
Siluet longgar dalam padu padan berdaya pakai tinggi (dan styling memikat saat show) membuat koleksi ini cocok untuk busana liburan atau aktivitas di akhir pekan. Namun beberapa piece, dengan padu padan berbeda, juga versatile untuk kesibukan sehari-hari perempuan urban.
Purana adalah jenama fashion yang didirikan Nonita karena cintanya pada fashion dan batik. Selain itu, "Purana menjadi curahan cinta saya sejak kehilangan Ibu," ungkap Nonita sebelum presentasi Forest Poetry.
Sebagai jenama lokal yang juga mengeksplorasi wastra Nusantara, Purana menghadirkan inovasi di selebrasi ini; koleksi Forest Poetry memakai kain dari serat cupro untuk menghadirkan motif batik Purana.
Kain ini setara dengan sutra yang sejuk dan nyaman dipakai tetapi ramah lingkungan. Pemakaian kain serat cupro juga menandakan Purana telah sukses mengatasi tantangan menerapkan teknik batik cap pada tekstur yang licin.
"Membatik di atas kain Bemberg yang teksturnya licin adalah sebuah tantangan tersendiri, karena zona nyaman para perajin batik adalah kain katun," cerita Nonita tentang perajin batik di Pekalongan, yang mengolah kain untuk koleksi Forest Poetry.
Presentasi Forest Poetry berkolaborasi dengan Métier Private Jeweller, yang menghadirkan padu padan batik modern dengan perhiasan berlian koleksi Métier, yang dihasilkan oleh perajin lokal.
Baca juga:
Keceriaan Gaya Musim Panas di Koleksi Loewe Paula's Ibiza 2024
Buttonscarves Menggandeng Halima Aden
Prediksi Tren 2025 untuk Turis Dunia di Lokasi Penuh Cerita
Zornia Harisantoso
Topic
#jenamalokal



