Dan puisi Dian yang tertuang dalam koleksi Diary Dian adalah cerita tentang metamorfosis perjalanan hidupnya.
Koleksi ini mengeksplorasi siluet serangga-serangga cantik, capung dan kupu-kupu, menjadi rangkaian perhiasan yang terdiri atas 11 desain anting-anting, kalung, bros, dan cincin.
Diary Dian, kolaborasi cantik Dian Sastrowardoyo x Tulola. Foto: IG @tuloladesigns
Sesuai konsep bertumbuh dari koleksi Diary Dian ini, perhiasan ini dibagi menjadi 4 babak perjalanan desain: Langkah (Artwear), Jejak (Signature), Kepak (Signature), dan Sayap (Engraved). "Saya kenal pertama kali koleksi Tulola saat syuting film Kartini (2017)," cerita Dian di acara peluncuran.
Sejak saat itu, Tulola menjadi salah satu jenama favorit Dian. Untuk koleksi Diary Dian, gaya Dian sebagai Dasiyah yang sudah ikonik dalam serial Gadis Kretek. "Dasiyah pakai banyak bros," kata Dian. Bros pun menjadi perhiasan yang ditampilkan dalam koleksi ini. "Dengan demikian koleksi ini lebih inklusif, karena bros juga bisa dipakai untuk teman-teman berhijab."
Dian Sastrowardoyo bersama Happy Salma, Founder & Creative Conceptor Tulola, serta Sri Luce Rusna, Founder & Creative Director Tulola.
Foto: IG @tuloladesigns
Foto: IG @tuloladesigns
Seluruh koleksi merupakan karya tangan para perajin di studio Tulola yang sebagian besar perempuan, dan menerapkan seni perhiasan Nusantara. Proses pengerjaan dengan teknik gergajian, tatahan, dibentuk, dirangkai dengan patari; seluruhnya memakai bahan 92,5% perak murni dengan pelapisan emas 18 karat. Kristal putih juga disematkan di beberapa perhiasan.
Baca juga:
Elegansi Keharuman Pria dari Montblanc Legend Blue
Outfit Blake Lively dalam It Ends With Us, Alihkan Perhatian dari Isu KDRT?
Berlibur Sambil Jelajah Waktu di Jumeirah Bali
Zornia Harisantoso
Topic
#jenamalokal


