Alih-alih menghindari, Wilsen Willim melihat hitam dan putih sebagai bagian dari koleksi busana Imlek yang lebih elegan, berpadu bersama merah gelap, biru gelap, biru langit, abu gelap, dan abu muda. Semuanya ditampilkan elegan, stylish, dinamis, dan timeless.
“Kami justru menjawab permintaan generasi muda yang ingin tampil dinamis dalam warna-warni yang tidak terlalu mencolok dan sulit untuk dikenakan kembali dalam keseharian,” jelas Wilsen Willim tentang koleksi Lunar 2026, yang dirancang sarat akan nuansa peranakan kontemporer modern yang tak lekang waktu.
Merah, warna keberuntungan merayakan Imlek, dipakai Ayu Gani, Ian Hugen, Jessy Kusno, dua model, dan Aquinaldo Adrian. Foto: Dok. Wilsen Willim
Wilsen Willim menghadirkan busana yang mudah dipadupadankan seperti jaket, kemeja, kemeja tanpa lengan, rompi, korset, kardigan, bustier, celana, dan rok.
Hadirnya batik pesisir serta kerah dan kancing khas Shanghai dalam napas peranakan yang kuat turut menyemarakkan koleksi ini. Detail ini juga terlihat dalam beberapa material yang mengaksentuasi beragam siluet atasan.
Material yang dipakai beragam–dari katun, renda, jacquard, rajutan, hingga suiting fabric, membuat keseluruhan koleksi nyaman dikenakan dan dapat dipakai berulang kali meski masa perayaan telah berlalu.
Sang desainer (tengah) bersama para wajah kampanye Lunar 2026 dan model, dalam gaya Imlek bernuansa elegan. Foto: Dok. Wilsen Willim
Untuk kampanye koleksi Lunar 2026, Wilsen Willim menampilkan empat sosok muda berjiwa dinamis: Jessy Kusno, Ian Hugen, Ayu Gani, dan Aquinaldo Adrian.
Tak ubahnya Tahun Kuda Api yang energik dan penuh semangat, Wilsen Willim berharap agar koleksi Lunar 2026 mampu mendampingi para pemakainya meraih pencapaian yang diharapkan di tahun ini, tentunya dengan lebih stylish. (f)


