Konsep terinspirasi gaya hidup kaum aristokrat Eropa yang menyajikan afternoon tea ini sejalan dengan arah kreatif Anderson yang sering mengaburkan batas antara objek sehari-hari, kerajinan tangan, fashion, dan seni.
Aksesori Dior Fall 2026 dengan display ala patisserie mewah. Foto: Dok. Dior
Display ini membuat koleksi fashion terasa lebih collectible, playful, dan emosional—sesuatu yang sangat relevan bagi generasi muda yang melihat fashion bukan hanya sebagai pakaian, tetapi juga sebagai bentuk ekspresi personal.
Koleksi Fall 2026 Dior memang terasa personal—Jonathan Anderson mengolah ulang DNA Dior yang sudah dibangun selama puluhan tahun oleh Christian Dior dan para direktur kreatif rumah mode ini (antara lain Marc Bohan dan Gianfranco Ferre) menjadi sesuatu yang terasa segar, relevan untuk generasi sekarang, namun tetap memiliki kualitas timeless.
Melanjutkan koleksi runway Spring/Summer 2026, koleksi Fall 2026 adalah kombinasi kemewahan klasik dengan fashion items yang kontemporer.
Koleksi denimnya terasa modern dengan print laser yang tidak tembus, tapi juga elegan dengan elemen bordir nan rumit. Sementara untuk busana pria, musim ini adalah momen tampilan ala quiet luxury yang klasik namun tetap playful.
Koleksi Fall 2026 dirilis bersama koleksi kapsul Dioriviera yang lebih artistik, dan menghadirkan sisi Dior yang lebih ringan dan optimistis. Anderson menghidupkan kembali dunia Dioriviera melalui motif botani kaya warna.
Salah satu sorotan utama adalah Dior Arabesque, reinterpretasi karya Christian Bérard—ilustrator dan sahabat dekat Christian Dior yang turut membantu membentuk identitas visual rumah mode tersebut sejak awal berdiri. Selain itu, motif Toile de Jouy yang menjadi salah satu signature Dior hadir lagi dalam versi floral lebih segar.
Menjadi desainer tunggal untuk seluruh lini koleksi Dior, Anderson memiliki salah satu kekuatan terbesar pada aksesori. Ia memahami bahwa banyak klien muda mengenal Dior pertama kali melalui tas, sepatu, atau small leather goods.
Untuk Fall 2026, tas Médaillon jadi fokus utama. Medallion—ornamen berbentuk segel yang telah menjadi simbol Dior sejak 1947—direinterpretasikan sebagai elemen struktural sekaligus dekoratif. Ide yang segar dan cerdik.
Jisoo memakai Médaillon Bucket Bag; Médaillon Buckle Loafer yang cantik tapi terlihat tangguh. Foto: Dok. Dior
Pada Médaillon Flap Bag, simbol tersebut menjadi detail pengunci utama, sementara pada Bucket Bag, medallion bahkan digunakan sebagai mekanisme untuk mengatur tinggi tas.
Medallion pun tampil sebagai bagian unik dari sepatu. Penempatannya begitu seamless sekaligus mengunci perhatian saat kaki melangkah bersamanya.
Di lini small leather goods, Anderson menghadirkan My Tender Dior dengan quilted macro-cannage dan detail pita khas Dior yang dipadukan charm huruf D-I-O-R. Sementara itu, Dior Trianon Soft Vanity menampilkan pola cannage dalam versi yang lebih grafis dan minimalis.
Keseluruhan koleksi aksesori ini menunjukkan pendekatan Anderson yang sangat modern: Mempertahankan simbol-simbol penting Dior, tetapi membuatnya lebih praktis, ringan, dan sesuai gaya hidup saat ini. (f)
Baca juga:
Berbalut Busana Dior, Sabrina Carpenter Tunjukkan Karisma Entertainer Sejati di Coachella Weekend 2
Jiwa Christian Dior dalam Karya Jonathan Anderson untuk Dior Spring/Summer 2026
Reinterpretasi Segar Jonathan Anderson untuk Koleksi Small Leather Goods Dior
Zornia Harisantoso




