Fashion Trend
Inilah Profil 10 Finalis Lomba Perancang Mode 2017, Calon Desainer Ternama tanah Air!

25 Oct 2017


Foto: Dok. Femina
 
 

1/ Anthony Tandiyono (29), Jakarta
Royal Melbourne Institute of Technology Jakarta
Konsep: Sinful Light
 
Inspirasi budaya Betawi yang melebur dengan Peranakan Tionghoa dituangkan Anthony dalam perwainan warna dan detail. Memberikan keunikan pada garis rancangannya yang cenderung tegas. Lewat rancangannya, sebagian berupa long coat dan celana, ia ingin menggambarkan wanita yang kuat dan mandiri namun tetap feminin.
 
2/ Nadia Natasia (28), Makassar
Esmod Jakarta
Konsep: Lontara
 
Nadia berusaha mengangkat kearifan lokal dan dinamika kehidupan masyarakat Bugis-Makassar, Lontara dalam desainnya. Aksara tradisional Bugis ini mendapatkan namanya karena ditulis di atas daun lontar. Bentuk aksara Lontara yang cenderung kaku akan dipadukan dengan siluet baju bodo dalam koleksi busana Lontara.

Lewat brand Come & Wear premium, Nadia ingin menawarkan desain yang elegan dan mewah dan menyasar pasar wanita karier berusia 25-40 tahun.
 
3/ Retnayu Jiwangga RPG (22), Surabaya
Arva Fashion School & Lasalle College Jakarta
Konsep: Order of The East
 
Dengan material wastra buatan tangan yang didapatkan lewat kerja sama dengan kelompok penenun lokal Sumba Barat, ia ingin menampilkan desain minimalis yang sederhana namun kaya detail. Kain nusantara pun bisa ringan dan nyaman dipakai dalam keseharian wanita aktif.

Lewat brand HET, berasal dari kata heterogen, ia ingin menunjukan kekayaan wastra Indonesia pada khalayak yang lebih luas sekaligus membantu pengerajin lokal dalam melestarikan warisan budaya.
 
4/ Dita Dwi Nitami (25), Medan
Univesitas Negeri Medan
Konsep: Lais Ngeregani
 
Harmonisasi antara motif dengan warna dari Sotis Boti Timor Tengah Selatan dan Lurik Yogyakarta merupakan perwujudan sifat saling menghargai masyarakat urban di Indonesia. Kata Lais berasal dari bahasa suku Boti yang berarti ‘saling’ dan Ngeregani dari bahasa Jawa yang berarti ‘menghargai.’

Sejak 2016, Dita merintis brand modest wear ditanitami di Bandung. Ciri khas desainnya adalah potongan busana sederhana, namun berfokus pada detail cutting untuk tubuh jam pasir. Hiasan seperti sulaman dan manik-manik juga melengkapi desainnya.
 
5/ Astika Suprapto (26), Tangerang
International Fashion Academy (IFA) Paris
Konsep: Misplaced
 
Misplaced menggambarkan puzzle perjalanan hidup sang desainer yang terus menerus hidup berpindah setelah mengeksplorasi dunia, merasakan hilang arah, dan disorientasi. Pada akhirnya, Indonesia tetap menjadi akar identitas sang desainer.

Koleksi brand AS menyasar pasar wanita Eropa dan warga diaspora Indonesia usia 20-35 tahun yang menyukai desain klasik dan fungsional. Astika membawa misi memperkenalkan kain dan budaya Indonesia pada konsumen Eropa lewat busana berdesain kontemporer yang dilengkapi informasi tentang sejarah kain nusantara. Proses produksi koleksi busana ready-to-wear ini dimulai dari proses desain di Paris dan produksi di Indonesia.
 
 6/ Tifani Krismanawati (26), Jakarta
Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budihardjo / Intitut Kesenian Jakarta
Konsep: Anyam
 
Konsep Anyam terwujud dalam koleksi busana ready-to-wear dengan siluet minimalis dan detail unfinished, anyaman dan drawstring yang terinspirasi teknik menjalin dan menyilangkan serat secara berulang, warisan budaya lokal Indonesia. Anyam juga jadi cerminan dari kehidupan manusia modern yang monoton dan berulang.

Brand TIFANI memiliki ciri khas menggunakan bahan serat alam seperti katun dan linen yang nyaman dikenakan, dalam warna putih, hitam, beige, dan mustard. Kepedulian Tifani pada perajin lokal ia tunjukkan dengan mengusung semangat perdagangan yang adil lewat kerja sama dengan perajin lokal.
 
7/ Jesica Ayu Tamara (19), Surabaya
Lasalle Surabaya
Konsep: Signature Lele
 
Keunikan desain Jesica tampak dari pemilihan motif lele. Ikan yang akrab dengan kuliner nusantara ini adalah mahluk yang tangguh dan yang bersahaja. Saat motif lele dipadukan dengan kain lurik produksi perajin dari Bantul, Jawa Tengah, Jesica tak hanya memberikan sentuhan wastra tapi juga kearifan dan warna lokal yang kuat.

Warna-warna terang seperti oranye menunjukkan konsistensi Jesica yang ingin menargetkan wanita muda usia 16-26 tahun yang stylish dan berani tampil sebagai konsumen brand CALEnIK. Desain busana semiformal membuat koleksi CALEnIK bisa dikenakan sebagai busana kerja atau bersantai.
 
8/ Caramia Sitompul (26), Jakarta
Fashion Institute of Technology, New York
Konsep: Positive City Vibes Only

 
Riuh rendah kehidupan metropolitan seperti Jakarta memberikan berbagai pengaruh dalam kehidupan sehari-hari Caramia sebagai warga dan desainer. Elemen-elemen khas Jakarta seperti mobil bajaj dan vibe lampu-lampu Jakarta di malam hari dikombinasikan dengan garis-garis yang dinamis dalam warna-warna cerah yang akan disukai oleh anak muda.

Koleksi brand TIORIA ini mengingatkan, bahwa gaya yang paling keren adalah gaya milik Anda sendiri. Ia memilih untuk menghadirkan inspirasi positif dan gaya pribadi dalam setiap koleksinya.
 
 9/ Dea Yuliana Kombaitan (24), Bandung
Institut Teknologi Bandung/ Linna Lea School of Fashion
Konsep: Glimpse of Time Past
 
Baju Bodo dari Bugis yang terbuat dari serat alami menjadi inspirasi utama koleksi brand Dea YK. Dalam koleksinya, siluet Baju Bodo, warisan nenek moyang, hadir dalam tampilan modern untuk memenuhi selera urban.

Koleksi Dea YK adalah produk siap pakai yang ditujukan untuk wanita dan pria aktif berusia 25-35 tahun yang menyukai busana dengan corak dan karakter unik namun tetap nyaman dipakai dalam berbagai kesempatan. Dea memanfaatkan kain tenun berbahan serat alam dari Bandung dan Pekalongan, serta menambahkan sentuhan sablon dan bordir dalam rancangannya.
 
10/ Grasheli Kusuma Andhini (22), Jakarta
Birmingham City University - Inggris
Konsep: Quiet in The Loud
 
Konsep Quiet in The Loud terinspirasi dari buku laris karya Susan Cain, Quiet, tentang pentingnya menjadi introvert di dunia yang riuh saat ini.

Brand Sheli Liem menawarkan busana ready-to-wear bagi wanita muda hingga usia matang yang ingin tampil maksimal dalam setiap kesempatan, baik di dunia kerja maupun acara-acara sosial.

Temukan jawara Lomba Perancang Mode 2017 di Panggung Jakarta Fashion Week hari ini. Live streaming, mulai pukul 13.00-14.00  di http://www.jakartafashionweek.co.id/
 


Topic

#LPM2017, #JFW2018

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?