Koleksi ini bisa disebut versi elevated dari lini ready-to-wear Wilsen Willim, yang dipercantik kain batik tulis debut rancangan rumah mode itu juga. Batik tulis warna hitam-putih itu, ada juga yang diberi aksentuasi merah, mengimplementasi batik peranakan kontemporer dengan sentuhan modern dan motif kincir angin khas Wilsen Willim.
Terinspirasi berbagai budaya di Asia, dipadukan batik tulis kontemporer. Foto: Dok. PIFW/Wilsen Willim
Rancangan busananya sendiri didominasi palet monokromatis dan merah, terinspirasi peleburan berbagai budaya di Asia (seperti Jawa, Tiongkok, India, Peranakan). Siluet khas rumah mode ini yang tegas namun mengalir jadi benang merah koleksi ini; contohnya kemeja putih yang menerapkan bentuk kelopak bunga.
Permainan payet, teknik tambal (patchwork), laser cut, draperi, lipit, dan sulaman jelujur mewarnai koleksi busana wanita dan pria. Koleksi busana wanitanya menunjukkan keberagaman seorang wanita; kadang feminin, anggun, namun juga bisa maskulin dan tangguh.
Eksplorasi material dilakukan Wilsen Willim, menggunakan suiting fabric, tulle, sutra organza, katun, serta bahan sutra dan katun untuk batik tulisnya.
Presentasi di runway cukup dramatis dengan penempatan aksesori yang mengundang imajinasi, kolaborasi dengan Subeng Klasik (dari giwang, bros hingga tusuk konde) dan topi rajut unik dari Pale Object. Beberapa aksesori berbentuk kincir angin dirancang khusus oleh Subeng Klasik untuk Wilsen Willim dan akan dipasarkan secara terbatas.
Wilsen Willim dan koleksi debut demi-couture yang jadi show penutup PIFW 2025. Foto: Dok. PIFW/Wilsen Willim
Debut demi-couture ini bertajuk Napas, karena bagi sang desainer, napas berarti adanya kehidupan, dan setiap helaan napas menemani individu untuk bertumbuh.
Dan debut lini demi-couture ini pun jadi bentuk bertumbuhnya Wilsen Willim. Sementara rilisan batik tulisnya adalah wujud nyata Wilsen Willim dalam meremajakan dan mengembangan wastra Nusantara; hal yang telah jadi visi dan legasinya bagi generasi penerus dalam menjaga tradisi.
Baca juga:
Elima Merenda Cerita untuk Gaya Perempuan Urban Aktif
Garis Waktu Kesibukan Generasi Muda di Koleksi Dear Me Beauty x Wilsen Willim
Wilsen Willim Tampilkan Tenun Dayak Iban untuk Cita Tenun Indonesia di Fashion Nation XIX
Zornia Harisantoso




