Dinding bangunan itu berkarat, menonjolkan lajur-lajur seng yang tak sempurna, dan teksturnya sudah tergerus. Bangunan ini berdiri apa adanya, mengundang kita menyimak kisah di balik rupanya itu secara lugas.
Beragam siluet, layering, motif, detail dan craftsmanship hadir dalam Reforged. Foto: Dok. Studio 133 Biyan
Konsep yang berakar pada industrial ini diterjemahkan Biyan Wanaatmadja ke dalam koleksi bertajuk Reforged, yang menghadirkan kembali renungan pada masa ketika pakaian tak hanya dikenakan sesuai fungsi, tapi juga menentukan identitas seseorang.
Pertunjukan dibuka oleh dua model dalam busana serupa tapi tak sama, yang seakan mencerminkan langkah berbeda namun satu nuansa. Selanjutnya, koleksi yang hadir dibawakan selang-seling oleh satu model, dua model, dan tiga model sekaligus (sekilas auto ingat film Us).
Derap langkah para model menjadi ritme tersendiri, sambil menunjukkan koleksi yang deretan siluetnya menelusuri kembali esensi utilitarian. Ada jaket berstruktur, jumpsuit longgar, celana baggy, bentuk kokon, serta tunik yang mengikuti gerak tubuh—sebagian seperti penggalan babak dari kisah Oliver Twist.
Bangunan seng tergerus zaman jadi latar belakang gaya utilitarian yang genderless versi Biyan. Foto: Dok. Studio 133 Biyan
Material yang digunakan beragam—denim, katun, linen, nilon, dan sutra menjadi fondasi koleksi ini—mengikat kekuatan dan kelembutan, disiplin dan kebebasan.
Studio 133 Biyan kembali menghadirkan motif flora dan fauna, bersama motif geometri primitif, polkadot, kotak-kotak, garis-garis, dan ilustrasi puitis hewan-hewan terancam punah. Badak cula satu yang muncul di runway seperti jadi pengingat lembut atas dunia yang berubah dan sejarah yang patut dijaga.
Palet warna bumi—cokelat, abu-abu, dan netral—berkembang perlahan menuju hijau, biru, merah, oranye, serta denim biru dan hitam yang tak lekang waktu.
Craftsmanship khas Biyan tentu tak dilupakan. Konstruksi rumit, sulaman halus, dan payet yang nyaris berbisik memberikan identitas lewat setiap detail, bukti sebuah tindakan kecil penuh dedikasi.
Biyan Wanaatmadja dan koleksi Reforged, yang punya daya pikat tinggi untuk para pencinta rancangannya. Foto: Dok. Studio 133 Biyan
Koleksi ini berdaya pakai tinggi, mudah dipadupadankan, dan membawa cerita yang, entah kebetulan atau tidak, relatable dengan kondisi Tanah Air saat ini.
Ketika menyaksikan koleksi Reforged sehabis membahas banjir besar di Sumatra, kita diingatkan untuk menghormati ketangguhan dan keindahan alam kita, karena situasi yang sedang terjadi adalah tempaan hidup agar kita terus maju.
Baca juga:
Biyan Hadirkan A Chromatic Reverie, Keindahan Tradisi dalam Semesta Mimpi
Koleksi Studio 133 BIYAN Raya 2025 di Galeries Lafayette Jakarta, Surat Cinta untuk Estetika Kontemporer Nusantara
Keseimbangan Hidup dalam Gaya Sporty ala Studio 133 Biyan
Zornia Harisantoso


