
Tidak hanya dicintai karena karyanya, Alessandro Michele juga dicintai karena gayanya yang quirky dengan blus hippie, syal, cincin antik, dilengkapi rambut panjang bak raja Merovingian, Prancis.
Alessandro memulai kariernya sebagai bagian dari tim desain Gucci setelah kerja samanya bersama Tom Ford berakhir pada tahun 2002. Pada tahun 2011, Alessandro dipromosikan sebagai rekan kerja Frida Giannini yang saat itu sudah menjabat sebagai creative director selama 13 tahun.
Sejak awal kariernya, hasil karya Alessandro selalu diperbincangkan. Pilihan siluet, warna, dan pencampuran bahan dipuji oleh banyak orang. Atas pertimbangan itulah pada Januari 2015 Alessandro resmi diangkat menjadi creative director Gucci, menggantikan posisi Frida Giannini yang mengundurkan diri tepat sebelum presentasi koleksi menswear musim gugur 2015.
Pada saat itu, Alessandro hanya memiliki waktu 5 hari untuk membuat koleksi baru dan waktu sebulan untuk menciptakan koleksi womenswear musim gugur 2015.
Keputusan Gucci memilih Alessandro sebagai creative director baru sempat membuat kaget para pakar mode. Hal tersebut dikarenakan nama Alessandro tidak begitu dikenal. Walaupun begitu, Alessandro yang pada saat itu berumur 42 tahun membuktikan kemampuan dengan keberhasilannya mengeluarkan koleksi pertamanya dan menuai pujian dari Bergdorf Goodman dan Net-a-Porter.
Alessandro berhasil mengantarkan Gucci menjadi kembali relevan di dalam dunia mode saat ini. Berani, menarik, misterius, dan eksentrik adalah bagian dari estetika Alessandro yang telah mengenal Gucci selama 12 tahun. Gucci fur slipper, sepatu loafers dengan logo GG yang ikonis, dan tas Dionysius dengan hiasan kepala harimau dan dipenuhi bordiran floral membuat pencinta fashion tergila-gila pada desainnya.
Kewajiban Alessandro berikutnya adalah melanjutkan momentum yang telah ia ciptakan dalam desain yang kaya detail. (f)
Topic
#desainer


