
Foto: Pixabay
Tindakan balita yang masih tak terkontrol terkadang membuat Anda 'gemas'. Tanpa sadar, terkadang Anda pun kelepasan membentaknya untuk menunjukkan sisi tegas Anda. Menurut Dr. Ming-Te Wang, profesor bidang psikologi pendidikan di University of Pittsburgh, Pennsylvania, AS, memarahi anak dengan berteriak bisa merusak kepribadian mereka saat besar nanti. Inilah empat dampak jika sering membentak anak seperti yang dilansir dari situs Ayahbunda.
- Minder: Terus-menerus dibentak, apalagi disertai memberikan label negatif pada anak akan membuatnya jadi tidak percaya diri. Ia akan menganggap dirinya sebagai anak yang tidak berharga.
- Agresif: Balita yang selalu dimarahi cenderung menunjukkan perilaku agresif dan memberontak. Saat lebih besar, ia tidak akan segan berlaku kasar pada anak lainnya, misalnya mendorong, memukul, dan menggigit.
- Ketakutan: Sering diomeli akan membuat balita merasa ketakutan. Sifat ini bisa menyebabkan anak susah bersosialisasi dan menghambat kemampuannya dalam memecahkan masalah.
- Sulit konsentrasi: Efek dari selalu dibentak akan membuat anak bisa mengalami gangguan konsentrasi. (f)
Baca Juga:
- Ramai Kasus Pedofilia, Berikut 4 Aturan Upload Foto Anak di Media Sosial
- 6 Pertanyaan tentang Seks dari Anak dan Cara Menjawabnya
- 8 Efek Baik dan Buruk Anak Suka Main Gadget
SAN/ERN
Topic
#anak


