
Foto: Fotosearch
Atika - Bandung
Baca juga: Tip Agar Suami Akur dengan Mertua
Saran Irma Makarim
Tiap orang dibesarkan dan dididik dengan cara dan lingkungan yang berbeda-beda. Latar belakang ini dapat memengaruhi nilai-nilai seseorang. Kemungkinan besar inilah yang memengaruhi kakak ipar Anda dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Anda mungkin tak akan bisa mengubah sikapnya, tetapi Anda bisa memengaruhinya dengan menunjukkan sikap dan nilai-nilai yang Anda yakini.
Sebenarnya, wajar saja jika seseorang yang sedang kesulitan, apalagi untuk kebutuhan anak, akan meminta bantuan kepada orang terdekat. Pada saat bersamaan, seseorang dengan kondisi ekonomi yang lebih baik pun tak ada salahnya membantu sesuai kemampuan. Namun, semua perlu diatur dengan baik, sehingga tidak menimbulkan gesekan dalam keluarga. Salah satunya dengan cara membangun silaturahmi yang baik, bukan hanya ketika memerlukan bantuan.
Mungkin sudah waktunya bagi Anda dan suami mengetahui akar permasalahan yang membuat kondisi keluarga kakak ipar Anda terpuruk, baik dalam segi ekonomi maupun psikologis. Selama ini, tampaknya suami kakak ipar Anda yang seharusnya bertanggung jawab terkesan bersembunyi di belakang istrinya sehingga kakak ipar Anda menjadi ‘si buruk rupa’. Kuncinya, jalin komunikasi yang terbuka dan tulus. Coba ajak ipar Anda dan suaminya membicarakan hal ini. Jika perlu, ajak keluarga besar juga untuk berdiskusi agar bisa mendapatkan solusi terbaik.
Jika kakak ipar masih tetap bersikap seperti itu, tunjukkan ketulusan saat membantu sekaligus ketegasan Anda. Dengan bersikap tegas, Anda membantu kakak ipar memahami bahwa ia tidak bisa bersikap semena-mena terhadap Anda dan suami. Batasi juga bantuan yang Anda berikan. Tidak harus selalu dalam bentuk uang, tapi bisa dalam bentuk perhatian sesama anggota keluarga. Sudah menjadi tugas dan kewajiban kita semua untuk ikut memelihara silaturahmi keluarga.
Saran Monty Satiadarma
Silaturahmi, baik melalui teknologi maupun bertemu secara langsung, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan rasa percaya di antara anggota keluarga. Pada keadaan ini, sepertinya rasa percaya Anda terhadap keluarga kakak ipar sudah menipis karena sikapnya sendiri yang hanya menghubungi Anda ketika membutuhkan pertolongan. Ditambah lagi, ia meminjam uang, tetapi melupakan kewajiban membayar utang. Sudah selayaknya Anda tidak lagi meminjamkan uang kepadanya.
Jika Anda terus memberikan pinjaman dan membiarkan ia tidak membayar, maka Anda menjadi individu yang dikenal sebagai co-dependent atau bagian yang mendukung perilakunya yang keliru. Anda melakukan tindakan yang Anda sendiri keberatan. Hal ini merupakan tindakan penyangkalan yang menimbulkan konflik terus-menerus. Cara ini keliru. Tindakan Anda sesungguhnya merupakan bentuk superioritas palsu. Kakak ipar selama ini tampak lebih superior karena mampu memanfaatkan Anda untuk memenuhi keinginannya.
Secara ideal, superioritas seharusnya tidak hadir dalam hubungan keluarga. Saling menghargai, menghormati, memahami, percaya, dan menyayangi adalah perasaan-perasaan yang seharusnya dibangun di dalam keluarga. Ajak suami untuk bersama-sama mendiskusikan hal ini bersama kakak ipar dan suaminya secara jujur. Sampaikan bahwa Anda dan suami sebenarnya ingin membantu, tapi sikap mereka yang seenaknya itu cukup mengganggu keharmonisan keluarga. (f)
Topic
#MasalahKeluarga




