
Foto: Pixabay
Yn- Bandung
Mengapa Anda merasa tersinggung? Mungkin inilah langkah pertama yang harus Anda jawab. Apa salahnya bila orang mengatakan anak Anda lebih pantas jadi anak eyang, kalau memang kenyataannya ia lebih banyak menghabiskan waktu bersama eyangnya? Komentar itu jauh lebih baik daripada pengalaman beberapa ibu yang dikomentari teman atau kerabat seperti ini, “Wah, anak kamu lebih cocok menjadi anaknya suster, ya.”
Sebetulnya, hal tersebut menggambarkan betapa banyaknya seorang ibu yang menginginkan peran ideal, yakni punya karier yang baik sekaligus punya banyak waktu bagi anaknya. Kenyataannya, keinginan itu cukup sulit diwujudkan secara sempurna. Inilah yang tak jarang membuat batin Anda mengalami konflik dan memunculkan rasa bersalah. Risiko wanita karier memang salah satunya adalah tidak memiliki banyak waktu untuk anaknya, dan terpaksa merelakan anaknya diasuh orang lain. Kalau memang Anda mengetahui betul apa yang Anda cari dan peroleh dengan bekerja, harusnya Anda tak perlu merasa bersalah. Terpenting, ketika memiliki waktu bersama anak, manfaatkan waktu itu secara optimal. (f)
Baca juga:
4 Cara Liburan Seru dengan Anak Spesial
Menghadapi Ibu yang Sinis pada Suami
6 Pertanyaan tentang Seks dari Anak dan Cara Menjawabnya
Heboh Kasus Penculikan Anak, Ini 10 Cara untuk Melindungi Anak
Topic
Anak


