Family
Gaya Parenting Jacinda Ardern, Perdana Menteri Selandia Baru : Bekerja Sama dengan Suami & Mengurus Anak Tanpa Bantuan Pengasuh

31 Jul 2019


Dok. AFP



Selain peran aktifnya sebagai Perdana Menteri Selandia Baru, salah satu yang menjadi sorotan banyak orang terhadap Jacinda Ardern adalah perannya sebagai seorang ibu yang baru ia emban sesaat setelah menjadi pemimpin negara tersebut. Pada Juni 2018, putri cantik bernama Neve Te Aroha Ardern-Gayford lahir, yang membuat Jacinda sebagai pemimpin kedua yang memiliki anak saat mengemban tugas sebagai pemimpin negara setelah Benazir Bhutto yang menjadi Perdana Menteri Pakistan tahun 1990.

"Menjadi orang tua dan perdana menteri dalam waktu bersamaan telah memenuhi harapan saya, tapi kebahagiaan untuk selalu dekat dengan Neve benar-benar sulit diungkapkan bagaimana rasanya," jelasnya dengan bangga.

Setelah melahirkan, Jacinda dan pasangannya, Clarke Gayford, sepakat untuk tidak menggunakan jasa pengasuh. Karena kesibukan Jacinda sebagai seorang pemimpin negara, maka yang mengemban pengasuh utama dalam rumah tangga adalah Clarke.

Untungnya, karena pekerjaan Clarke sebagai pembawa acara memancing di televisi tidak terlalu mengikat, banyak membantu dalam membagi waktu mengasuh Neve. Namun, ketika keduanya tak punya waktu untuk mengasuh anak, maka ibu Jacinda,
Laurel Ardern, turut membantu menjaga cucunya tersebut. 

“Kami berusaha melakukan semuanya sendiri dan bersama keluarga kami. Kadang sulit melakukannya, tapi kami berusaha melakukannya sebisa mungkin,” cerita Jacinda yang terkadang harus bolak-balik Auckland dan Wellington untuk mengantar putrinya ke tempat tinggal ibunya. 

Demi tak kehilangan momen istimewa dengan putri kecilnya, tak jarang Jacinda juga kerap membawa Neve sambil bekerja. Misal saja seperti membawanya saat sidang paripurna PBB ditemani Clarke pada September 2018 lalu di New York, Amerika Serikat. Ini menjadikannya wanita pemimpin pertama yang membawa bayi dalam sidang PBB.

Menjadi seorang perdana menteri sekaligus seorang ibu, juga membuat Jacinda harus bisa mengemban multiperan hanya dalam hitungan detik.

“Saat siang saya sibuk dengan beragam macam rapat dan berjibaku dengan dokumen kenegaraan. Dan ketika malam kembali ke hotel, saya harus mengurus muntahan Neve setelah makan sup labu,” cerita Jacinda yang memberikan ASI eksklusif pada putrinya, sehingga menuntutnya untuk sering membawa Neve tak jauh dari tempatnya bekerja.

“Politik datang dan pergi. Dan kita harus mengakui itu sebagai politisi bahwa kita tidak akan bertahan selamanya. Tapi saya akan selalu menjadi seorang ibu,” ujar Jacinda kepada The Project. 

Diakui Jacinda, menjadi seorang ibu mengajarkannya banyak hal, termasuk soal komitmen.

“Setelah menjadi seorang ibu, tidak ada titik dimana kita dapat mengatakan ‘saya menyerah menjadi orang tua’ hanya karena lelah mengurus anak. Ini juga berkaitan erat dengan pekerjaan. Tak ada lagi kata ‘saya menyerah untuk melakukan pekerjaan ini’,” ceritanya. (f)



BACA JUGA :

Yang Harus diajarkan Orang Tua ke Anak di Era Digital
Tiga Gaya Orang Tua Milenial Membesarkan Anak
Gaya Nola B3 Mengurus Naura, Anak Pertamanya Yang Juga Jadi Penyanyi 

 


Topic

#JacindaArdern, #parenting

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?