
Dok. Unsplash
Bagi beberapa orang tua tunggal tetap menjalin hubungan yang baik dengan mantan pasangan, dengan membuka akses anak untuk menghubungi atau menemui orang tuanya, memang kadang sulit terjadi. Apalagi jika proses berpisahnya tak baik, maka biasanya anak jadi sulit untuk bertemu atau menghubungi orang tuanya yang lain.
Pada kasus-kasus ekstrim yang pernah ditangani Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si, Psikolog Anak dan Keluarga dari Klinik Terpadu Fakultas Psikologi UI, bahkan ada beberapa orang tua yang telah berpisah, yang memutuskan segala akses bagi anaknya untuk bertemu atau bahkan mengenal orang tuanya yang lain.
Misal seperti menyingkirkan foto mantan pasangan atau bahkan mengatakan bahwa ayah atau ibu yang tidak mendapatkan hak asuh tersebut telah meninggal dunia. Tak jarang pula ada yang memberikan citra diri yang buruk tentang mantan pasangannya kepada si anak, dengan cara mencaci maki atau menggambarkannya sebagai orang yang jahat atau tidak baik.
“Jika hal ini terjadi, hal yang diingat oleh si anak mengenai orang tuanya yang satu lagi itu hanyalah kenangan-kenangan buruknya saja. Dia sendiri jadi kesulitan nantinya untuk menjalin hubungan dengan laki-laki atau wanita lainnya,” tutur Nina mengingatkan.
Padahal anak tetap membutuhkan komunikasi yang baik dengan orang tuanya agar tidak kehilangan figur ayah atau ibu.
“Usahakan menjalin hubungan yang lebih positif dengan mantan pasangan. Mungkin agak sulit jika hubungan pernikahan tersebut berakhir dengan tidak baik-baik, namun jika berangsur-angsur memperbaiki relasi tersebut, tentunya akan jauh lebih baik bagi perkembangan anak kelak,” ujar Nina mengingatkan. (f)
BACA JUGA :
Bangkit Setelah Perceraian Menyakitkan
Melihat Kasus Gugat Cerai Giselle & Gading Martin, Ini Dia Sisi Positif Perceraian dari Perspektif Anak-Anak
Bersahabat dengan Mantan Pasangan
Topic
#perceraian


