Foto: pexelsUpdate situasi virus corona (COVID-19) per 23 Maret 2020, Global: negara / kawasan 187, kasus terkonfirmasi 334.981, kematian 14.652. Indonesia: positif 686, sembuh 30, meninggal 55.
WHO menyebutkan orang berusia lanjut dengan penyakit sertaan seperti diabetes, darah tinggi, dan jantung, memiliki risiko terbesar mengalami kefatalan akibat COVID-19. Ironisnya, selain remaja yang terlalu percaya diri, golongan lanjut usia termasuk yang memberi tantangan saat diminta untuk melakukan pembatasan fisik. Keengganan untuk mengubah kebiasaan para lansia tak hanya membuat anggota keluarga, anak, menanti, dan cucu khawatir, tapi juga berisiko menimbulkan pertengkaran.
Pertama, penting bagi kita memahami mengapa para orang tua ngomel saat dilarang pergi belanja, arisan, pengajian, atau kegiatan bersama teman lainnya. Dan memberikan solusi agar fisik mereka tetap sehat dan tidak stres di tengah pandemik COVID-19 ini.
1/ Bujuk mereka agar sebisa mungkin tinggal di dalam rumah. Jika Anda tak berhasil, Anda bisa meminta orang yang paling mereka percaya atau sayangi untuk mengatakannya. Mengutip ucapan tokoh masyarakat idola atau cucu kesayangan mereka mungkin. Bila sangat terpaksa, bekali mereka dengan masker dan hand sanitizer.
2/ Jika Anda tinggal satu atap dengan mereka, sebisa mungkin Anda juga tidak meninggalkan rumah. Jika Anda ke luar rumah, segera mandi dan ganti pakaian, serta tidak kontak dengan mereka dulu. Bersihkan bagian rumah yang sering digunakan bersama dengan disinfektan.
3/ Orang tua sering merasa kesepian karena teman-temannya sudah berkurang sementara keluarga sibuk dengan urusan masing-masing. Saat seperti sekarang bisa membuat mereka makin kesepian, atau sebaliknya.
Jika Anda tinggal dengan orang tua, usahakan untuk mengajak mereka komunikasi. Jika tidak tinggal bersama, bukan berarti Anda harus rajin mengunjungi, agar mengurangi risiko mereka tertular, lakukan komunikasi lebih sering menggunakan teknologi. Ajak anak untuk menyapa nenek/kakek mereka. Setiap percakapan akan sangat berarti mengusir rasa sepi.
4/ Pastikan mereka tetap bisa bersosialisasi. Jika mereka bisa menggunakan ponsel, pastikan pulsa dan kuota internet mereka terpenuhi.
5/ Ulurkan bantuan. Tanyakan baik-baik apakah mereka perlu membeli sesuatu, menebus obat, minyak kayu putih, atau ingin bahan makanan. Terkadang orang tua tak ingin dianggap merepotkan atau tidak berdaya, karena itu mereka enggan meminta tolong. Tapi tak perlu juga berasumsi mereka butuh ini dan itu. Tetap hormati otoritas mereka.
6/ Pastikan mereka mengonsumsi makanan bergizi dan sehat.
7/ Meski COVID-19 ini mengerikan, tapi kita berhati-hati memilih kata dan nada bicara saat menyampaikan info tentang COVID-19, agar tidak membuat mereka panik dan stres ketakutan. Ingatkan mereka untuk tidak selalu memercayai broadcast chat yang beredar begitu saja.
8/ Dorong mereka untuk melakukan hal menyenangkan di rumah. Dan yang tak kalah penting ingatkan mereka untuk sering mencuci tangan. (f)
Baca Juga:
13 Akun Instagram Ini Punya Banyak Inspirasi saat Menerapkan Social Distancing
Sama-sama Disebabkan Virus, Ini Perbedaan Gejala Covid19 dengan DBD
9 Aktivitas Keluarga yang Bikin Anak Nggak Bosan 2 Minggu di Rumah
Topic
#corona, #covid19, #family, #lansia


