Family
5 Tip Memelihara Anak Kucing, Nomor 4 Bikin Mereka Lebih Kuat

10 Jul 2025

Anak kucing dengan nutrisi terbaik, lingkungan aman-nyaman, dan vaksin lengkap akan tumbuh jadi kucing sehat dan bahagia.
Foto: Unsplash/Anton Kraev


Tahukah Sahabat Femina kalau tiap tanggal 10 Juli adalah National Kitten Day atau Hari Anak Kucing Nasional?

Meski hanya jadi pengingat tanpa ada selebrasi khusus, Hari Anak Kucing Nasional masuk agenda penting para pencinta kucing di beberapa negara, seperti di Australia, Inggris, dan AS.

Tanggal 10 Juli bisa kembali mengingatkan kita tentang beberapa hal seputar merawat anak kucing, baik dari induk kucing peliharaan kita yang baru melahirkan, maupun anak kucing yang kita adopsi.

Dengan demikian, anak kucing kita (yang mungkin bisa beberapa ekor) bisa tumbuh jadi kucing yang sehat, bahagia, serta siapa tahu cerdas dan menyayangi kita juga.

1/ Nutrisi harus jadi prioritas

Namanya juga bocah, anak kucing harus mendapatkan nutrisi terbaik. ASI pastinya nomor satu; namun jika mereka diadopsi tanpa induknya atau sudah disapih karena induknya disteril, pastikan tidak memberi mereka susu sapi. 

Setelah berusia dua bulan biasanya anak kucing mulai mengonsumsi makanan basah. Pastikan makanan mereka sesuai usia, dan jangan berikan makanan kucing dewasa, meski anak kucing terlihat menyukainya.

Satu hal lagi, mereka harus bisa minum air bersih dan segar kapan saja.
 

2/ Berikan lingkungan yang aman dan nyaman

Anak kucing, dengan gaya jalan mereka yang menggemaskan, sedang senang-senangnya eksplorasi lingkungan. Karena itu, mereka harus kita merasa aman dan nyaman, serta jauh dari kucing garong atau binatang lain yang suka menyerang (jika anak kucing tidak boleh masuk rumah).

Meski masih bersama induk, mereka harus punya tempat-tempat terpisah untuk makan, minum, BAB, serta area bermain dan istirahat, termasuk untuk tidur.

Selain itu, lingkungan yang positif dengan interaksi kucing-manusia yang menyenangkan akan membuat tumbuh-kembang mereka optimal.
 

3/ Ajarkan mereka kedisiplinan

Sejak kecil, ajarkan kucing kedisiplinan dalam beberapa hal. 

Mereka bisa, kok, diajarkan kedisiplinan. Foto: Unsplash/Mike Simpson-Tobias-Bryan Debin, Pexels/Muaz AJ, Pixabay, Freepik 

Pertama soal BAB; mereka harus tahu kalau BAB harus di kotak pasir. Angkat mereka jika tetiba ingin BAB di dalam pot tanaman (sering terjadi!), atau di antara bebatuan taman (ini pun sering terjadi!).

Kedua, ajarkan anak kucing bersosialisasi dengan mengenalkan mereka kepada orang-orang di sekitar kita, yang berinteraksi dengan mereka, seperti dokter hewan, groomer, tukang kebun, hingga tetangga.

Ketiga, kita pun harus disiplin melalui konsistensi dalam rutinitas keseharian mereka. Contohnya, mereka makan berapa kali sehari, kapan waktu makan dan bermain, kapan waktu tidur, dan sebagainya.
 

4/ Vaksin itu penting

Setelah memasuki usia 12 minggu atau sekitar 4 bulan, anak kucing wajib divaksinasi agar lebih kuat dalam menghadapi virus dan bakteri, juga penyakit lainnya.

Konsultasikan dulu ke dokter hewan langganan, untuk disesuaikan dengan kondisinya. Jika anak kucing menderita auto imun, dokter hewan akan memberikan opsi lain supaya anak kucing tetap sehat.

Pastikan juga anak kucing diperiksa kondisi kesehatannya, agar mereka tidak berjamur dan berkutu, serta tidak cacingan.
 

5/ Grooming bukan berarti dimandikan

Grooming atau perawatan diri, seperti disikat bulunya dan dibersihkan telinganya, penting untuk kucing, terutama kucing berbulu medium hingga panjang.

Anak kucing bisa dibiasakan dengan grooming melalui dielus perlahan, lalu disikat bulunya. Kita bisa mengiming-imingi mereka camilan agar mau disikat dan mereka tetap tenang. Dari sebentar, tambah lagi waktu grooming ini hingga anak kucing pun terbiasa.

Jangan pernah grooming dipaksakan atau sambil diikat karena bisa meninggalkan trauma dan bikin stres, yang ditunjukkan dengan gestur tubuh yang tidak rileks.

Grooming membantu membersihkan debu dan kulit mati, bulu rontok, rumput-rumput yang menempel, juga mencegah kucing mengalami ‘fur balls’. Beberapa kucing menelan bulu mereka sendiri saat menjilati tubuhnya, terutama kucing berbulu panjang. Bulu pun menggumpal di dalam perut dan akhirnya dimuntahkan, atau kondisi fur balls.

Selain itu, anak kucing tak perlu dimandikan, kecuali direkomendasikan dokter hewan dengan alasan kesehatan.
 

Zornia Harisantoso


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?