
Dok. tvN
Minggu ini drama 16 episode yang dibintangi Kim Soo-hyun dan Seo Ye-ji ini akan tamat. Drama produksi tvN dan tayang di Netflix ini dinilai banyak penonton memiliki efek visual yang menarik terutama animasi buku anak yang menjadi benang merah setiap episode. Drama ini juga tak hanya berfokus pada kisah cinta dua tokoh utamanya, tapi juga berbagai hal lain seperti persahabatan, persaudaraan, dan masalah sesehatan mental.
Bagi para orang tua, drama ini juga punya pesan yang penting, seperti berikut ini:
1/ Seorang anak butuh kasih sayang
Pada salah satu buku yang ditulis tokoh Go Moon-yeong, bercerita tentang anak zombie, yang disembunyikan oleh ibunya dan diberi makan hewan ternak. Suatu hari tidak ada lagi ternak tersisa, sehingga ibunya merelakan diri dimakan. Pada saat terakhir, sang ibu memeluk anaknya. Saat itu anak zombie untuk pertama kalinya bicara, “Ibu sangat hangat”. Apa yang diinginkan anak itu, menghilangkan lapar atau kehangatan ibunya?
Ini membuat tokoh yang diperankan Kim Soo-hyun menangis, karena membuatnya ingat betapa ia ingin dipeluk oleh ibunya saat masih kecil. Sesibuk apapun, jangan lupa memeluk anak Anda, ya.
2/ Setiap anak ingin dihargai dan diperhatikan
Banyak orang tua sadar atau tidak sadar telah mengabaikan anak, tidak memedulikan kemampuan anak, dan memaksakan kehendaknya, hingga akhirnya membuat anak mengalami tekanan psikologi.
Pada salah satu episode, diceritakan seorang pasien rumah sakit jiwa yang memiliki gangguan dengan kecenderungan memamerkan tubuh telanjang. Pada suatu kesempatan ia mengaku kalau ia hanya ingin mendapat perhatian dari orang tua.
Rupanya sejak kecil, ia kerap mengalami perlakukan menyakitkan karena dianggap tidak bisa memenuhi standar nilai yang diinginkan orang tua. Hingga akhirnya ia mengalami gangguan kesehatan jiwa.
Anak bukan properti, ia memiliki jiwa dan hidup sendiri. Meski Anda orang tuanya bukan berarti Anda memiliki dan berhak atas hidupnya.
3/ Kekerasan dengan dalih mendidik tidak dapat dibenarkan
Dalam salah satu episode berjudul The Father of Two Sister diceritakan bagaimana seorang pasien rumah sakit jiwa mengalami kepribadian ganda, akibat sering mengalami kekerasan yang dilakukan ibunya. Pada masa lalu, banyak orang tua menggunakan kekerasan pada anak dengan dalih pendidikan disiplin. Luka batin anak bisa memicu gangguan kesehatan jiwa.
4/ Jangan pernah membiarkan dan menutup mata akan kekerasan yang dialami anak
Kekerasan terhadap anak tak hanya bersifat fisik tapi juga verbal berupa ancaman seperti yang dialami Go Moon-yeong oleh ibunya. Moon-yeong yang selalu dikurung dan tidak diajarkan bersosialisasi, menjadi salah satu sebab ia tumbuh menjadi antisosial.
Namun seperti dikatakan Moon-yeong yang lebih menyakitkan adalah jika keluarga yang mengetahui kekerasan itu terjadi, memilih menutup mata dan tidak melindungi.
5/ Orang tua dengan anak berkebutuhan khusus juga harus memperhatikan anak yang lain.
Dua bersaudara Moon Sang-tae dan Moon Gang-tae di dalam drama ini diceritakan saling menyayangi, namun sesungguhnya di masa kecil Gang-tae cemburu karena merasa seluruh perhatian dan kasih sayang ibunya diberikan pada kakaknya yang mengalami autisme. Perkataan ibunya bahwa ia terlahir untuk menjaga kakaknya pun selalu membebani perasaannya.
Memiliki anak berkebutuhan khusus memang memerlukan perhatian dan tenaga serta pikiran ekstra, tapi jangan lupakan jika Anda juga memiliki anak lain. Berkonsultasi dengan pakar pendidikan atau sesama orang tua dengan situasi yang sama akan membuka wawasan untuk menemukan cara pengasuhan terbaik. (f)
Baca Juga:
Ini 9 Drama Korea Terbaru Bulan Agustus 2020. Salah Satunya Dibintangi Choi Siwon
Didapuk Sebagai Aktor Korea Termahal 2020, Ini 5 Drama yang Diperankan Kim Soo Hyun
Adegan Mesranya dengan Kim Soo-hyun Viral di Media Sosial, Ini 8 Fakta Menarik Seo Ye-ji
Topic
#parenting, #koreancorner, #dramakorea, #anak, #polaasuh



