
Dok. Ibu Ibukota Awards
Ibukota sering disebut sebagai kota yang kejam. Stigma ini muncul karena tidak dipungkiri masih banyak permasalahan yang menjadi peer berbagai pihak. Namun, di sisi lain Jakarta juga menyimpan segudang harapan bagi warganya. Kehadiran Ibu Ibukota menjadi obor yang membawa nyala harapan tersebut.
Ketika Ibu Ibukota lahir pada tahun 2019, sang penggagas, Fery Farhati merasakan bagaimana perjuangan tim Ibu Ibukota menemukan sosok penggerak dengan dedikasi dan kerja tulus. Proses seleksi dilakukan melibatkan para ahli dilakukan sambil menelusuri berbagai titik daerah di Jakarta untuk menemukan perempuan-perempuan yang peduli pada permasalahan di lingkungan sekitarnya.
Hingga kini, Ibu Ibukota sukses menemukan 62 sosok perempuan penggerak yang masing-masing memiliki kepedulian dan kerja nyata dalam mengubah wajah Jakarta di lima bidang, yaitu lingkungan, pendidikan, kesehatan, kerajinan dan kewirausahaan, serta pemberdayaan.
Untuk tetap menggaungkan #AksiHidupBaik yang menjadi nyawa dari program apresiasi ini, sekaligus menyebarkan nilai empati dan kepedulian pada lingkungan sekitar, para sosok dipertemukan kembali dalam Momen Apresiasi Ibu Ibukota Awards 2022 yang diadakan pada 11 Oktober 2022. Acara ini semakin hidup dengan penampilan dari musisi ayah dan anak, Ebiet G. Ade bersama Adera. Tamu undangan juga dihibur oleh paduan suara SMAN 78, siswi berprestasi SMPN 219, Zefanya J. Hutagaol.
Sebelum acara puncak ini digelar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, para sosok telah berkumpul dalam program TEMALI (temu kembali), menjalani serangkaian kegiatan dalam program BEKALI (belajar kembali), dan menuangkan semangat berbagi pada masyarakat luas lewat bulan KOLABORASI. Tujuannya, untuk mengembangkan potensi serta memaksimalkan kolaborasi antar 62 sosok inspiratif ini.
“Terbukti ketika kami mengadakan kegiatan Temali atau Temu Kembali di bulan Juli lalu. Para sosok antusias saling bertukar pendapat,saling menyampaikan masukan, saling melengkapi gerakan, saling bersepakat untuk terus berkolaborasi. Dari pertemuan satu hari itu, akhirnya lahir gerakan kolaborasi baru antara Ibu Ibukota,” jelas Fery Farhati pada pidato pembuka di Momen Apresiasi Ibu Ibukota Awards 2022.
Dalam BEKALI, para sosok mendapatkan ilmu dalam rangkaian kelas keterampilan berbicara, pemecahan masalah, hingga kelas etiket dan personal branding. Nama-nama besar seperti Rene Suhardono, Mahariyah Sandre, Hilbram Dunar, Marulina Dewi, Alfiah Wardah, dan Iweth Ramadan menjadi pengajar yang turut membagi pengalamannya.
Bulan KOLABORASI memberikan kesempatan kepada para sosok untuk mengisi workshop dan berbagi ilmu melalui talkshow dan media massa. Hasilnya, mereka jadi semakin percaya diri untuk menginspirasi. Dari bulan KOLABORASI telah terwujud hampir 50 kolaborasi antara ibu ibukota dengan media, komunitas, dan masyarakat luas. Ada 17 komunitas dan 13 rekan media yang memberi ruang kepada Ibu Ibukota.
Ibu Ibukota Awards sepenuhnya didukung oleh Pemprov DKI Jakarta. Hal ini juga ditandai dengan kehadiran Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, pada malam apresiasi. Menurutnya, konsep yang diusung Ibu Ibukota secara tidak langsung telah membawa perubahan, bukan hanya secara individu namun pada skala komunal. “Kita bersyukur sekali ini muncul ke permukaan. Harapannya menjadi rujukan. Menarik ketika Ibu Fery dan tim menyebutkan istilah ‘Ibu Ibukota’. Bukan perempuan Ibukota. Ibu itu konsepnya community. Begitu kita bicara Ibu, di situ ada keluarga, ada lingkungan, ada anak, ada suami, ada tanggung jawab lingkungan. Dan yang sekarang muncul, benar-benar pribadi-pribadi yang pantas muncul sebagai Ibu-ibu teladan yang tentu saja perempuan teladan. Begitu konsepnya Ibu, maka efeknya menjadi lebih luas."
Bagi salah satu sosok Ibu Ibukota di bidang kerajinan dan kewirausahaan, Irmanita H. S., yang juga merupakan pembina Batik Marunda, acara ini berhasil membangkitkan semangatnya untuk terus melanjutkan gerakan aksi hidup baik. “Kita bekerja kan tadinya tidak mengharapkan sesuatu. Tapi ketika Ibu Fery sebagai penggagas Ibu Ibukota menyentuh kita di hati kita benar-benar di relung hati, beliau mengapresiasi kerja kita, itu membuat kita jadi semangat dan merasa punya makna. Rasanya jadi enggak bisa berhenti untuk coba terus berkomitmen dalam aksi hidup baik.”
Dukungan untuk Ibu Ibukota juga datang dari PT Paragon Technology and Innovation, PT Jakarta Infrastruktur Propertindo, PT Jaya Konstruksi Manggala, Tbk, Bank DKI, dan Jakpreneur. Perjalanannya juga terwujud atas kerja sama 70 relawan dari berbagai usia dan profesi beserta komunitas seperti Teruntuk Project, Buibu Baca, Buku Book Club, Sobat Air Jakarta, Bale Buku Jakarta, Bantu Guru Belajar Lagi, Sahabat Gizi, Ibu Punya Mimpi, Food Bank of Indonesia, I Am Okay, Minimalist Moms Indonesia, Bersama Mama, Fun Garden Literacy, Plus Jakarta, Beri Harapan Indonesia, World Cleanup Day Indonesia, Parenting is Easy, dan Peri Bumi. (f)
Syifa Mutiara Putri
Topic
#event, #penghargaan, #awards, #womenempowerment, #dkijakarta


