Foto ilustrasi: CanvaEs campur khas Betawi yang sudah langka ditemukan. Kenyal, perpaduan tepung hunkwe dan tepung sagu.
Selendang mayang berasal dari kata "selendang" berlandaskan tiap lapisan puding yang memiliki warna hijau putih dan merah, serupa selendang para penari. Sedangkan kata "mayang" memiliki makna kenyal dan manis.
Bahan:
Wadah datar (plastik atau kaca) 20 x 20 cm
Es batu, pecahkan
Sagu mutiara, rebus matang
3 tetes pewarna merah
3 tetes pewarna hijau
Lapisan sagu:
250 g tepung hunkwe
100 g tepung sagu aren
2½ L air
½ sdt ekstrak vanila
1 sdt garam
3 lembar daun pandan, simpulkan
Kuah, didihkan, saring:
1 L santan encer
2 lembar daun pandan, simpulkan
¼ sdt ekstrak vanila
½ sdt garam
Kinca, masak hingga mengental:
300 g gula merah, iris
250 ml air
3 sdm gula pasir
2 lembar daun pandan, simpulkan
¼ sdt garam
Cara membuat:
1/ Lapisan sagu: Aduk rata semua bahan.
2/ Masak di atas api kecil sambil terus diaduk. Saat makin padat dan adonan terasa berat, hentikan memasak (adonan akan berubah warna).
3/ Melapis: Larutkan masing-masing pewarna dengan sedikit air.
4/ Olesi pewarna hijau pada dasar loyang. Tuang adonan sagu yang masih hangat di atasnya. Ratakan permukaannya (jangan aduk hingga bawah).
5/ Pada atasnya, olesi pewarna merah.
6/ Sisihkan hingga padat (± 15 menit). Simpan di dalam lemari es hingga saat disajikan.
8/ Penyajian: Iris tipis selendang mayang. Sajikan dengan santan, sagu mutiara, dan kinca. Beri es batu, sajikan segera. (f)
Untuk 12 gelas
Baca juga:
6 Teknik Memasak Wajib Tahu Bagi Pemula di Dapur
5 Kunci Sukses Membuat Sambal Matah
Bedanya French Meringue, Swiss Meringue, dan Italian Meringue
Trifitria Nuragustina
Topic
#kuliner




