
Foto: Shutterstock
Minuman tradisional dari tanah Parahyangan ini terbuat dari sumsum pandan, sagu mutiara, candil, dengan kuah santan dan kinca
Bahan:
100 g sagu mutiara merah matang, siap pakai
500 ml santan dari 1 butir kelapa parut, masak dengan ½ sdt garam hingga mendidih
300 g es serut
Sumsum hijau, aduk rata:
100 g tepung hunkue
700 ml air/santan encer
1 sdt garam
2 tetes esens pandan
Candil, uleni hingga kalis:
100 g tepung ketan
1 sdm tepung sagu
½ sdt garam
100 ml air panas
Kinca, rebus hingga mendidih dan mengental, saring:
200 g gula merah
300 g air
2 lembar daun pandan, simpulkan
2 sdm gula pasir
1 sdt garam
Cara membuat:
- Sumsum hijau: Campur semua bahan. Masak hingga mendidih dan tanak sambil diaduk. Angkat,sisihkan.
- Candil: Bulatkan adonan sebesar kelereng. Rebus dalam air mendidih hingga mengapung. Angkat. Langsung masukkan ke dalam kinca.
- Taruh sumsum hijau dalam mangkuk. Tambahkan sagu mutiara, candil, dan kinca. Tambahkan santan dan es serut. Sajikan segera.
Tips membuat sumsum hijau:
- Untuk santannya, gunakan kelapa parut yang dikupas kulitnya supaya hasilnya tidak kusam.
- Tepung hunkue dan sebagian santan sebaiknya diaduk bersama supaya hasil akhirnya tidak ada gumpalan tepung yang tidak teraduk.
- Saat memasak, usahakan untuk terus diaduk hingga mendidih. Teruskan memasak kembali selama 5 menit supaya tanak dan tidak bau tepung.
Baca juga:
Es Blewah Istimewa. Wajib Coba!
Resep Tumis Kacang Panjang Daging Cincang
Topic
#bukapuasa, #takjil, #ramadan


