Celebrity
Wajah Margot Robbie Siap Mendominasi Film Hollywood

7 Jun 2016


Foto: Image Collect

Sebagai seorang gadis desa dari Gold Coast, Queensland, Australia, Margot Robbie (25) tak pernah membayangkan ada di posisinya sekarang. Menjadi salah satu aktris Hollywood yang jadi pembicaraan, atau berjalan di karpet merah dengan gaun cantik berwarna emas ciptaan desainer Diane Von Furstenburg. Wanita bernama lengkap Margot Elise Robbie ini bukan tanpa pengalaman ketika memutuskan bermain di The Wolf of Wall Street (2013). Tiga tahun sebelumnya, ia telah lalu-lalang di layar kaca, seperti bermain dalam drama serial Pan Am (2011-2012) dan drama komedi milik Richard Curtis (59) yang berjudul About Time (2013).

Namanya mulai dikenal orang setelah ia beradu peran dengan Leonardo DiCaprio (41) dalam The Wolf of Wall Street. Kini, ia kembali dipercaya membawakan peran yang ikonis, yakni sebagai Jane Porter dalam The Legend of Tarzan dan Harley Quinn dalam Suicide Squad yang keduanya tayang di tahun ini.

Margot memang sempat belajar drama di sekolah saat di SMA, tetapi pada saat itu tak pernah terpikirkan olehnya untuk terjun secara profesional ke dunia akting. Ketika berusia 16 tahun, ia sempat beberapa kali didatangi pencari bakat dan ditawari bermain film. Lucunya, tawaran tersebut datang saat Margot sedang bersih-bersih di depan rumah, berjualan sandwich di stasiun kereta bawah tanah, atau bekerja di sebuah toko perlengkapan olahraga selancar air. Satu tahun kemudian, ia pun memutuskan hijrah ke Melbourne untuk fokus berkarier di dunia seni peran, diawali dengan audisi opera sabun berjudul Neighbours. Gayung bersambut, ia diterima memerankan Donna Freedman selama 311 episode (2008-2011).

Di Melbourne, Margot disibukkan dengan film tersebut. Dalam satu hari, ia hanya mendapatkan sedikit waktu untuk beristirahat. Karena belum terbiasa, ia cukup kaget. “Bekerja lima hari dalam seminggu dan 17 jam penuh dalam sehari sangatlah melelahkan. Saat itu saya bahkan sempat berpikir bahwa jangan-jangan seperti itulah hidup saya nanti ketika makin dikenal,” ucap peraih Best Female Newcomer dalam Empire Awards 2014 ini.

Setelah proyek besar pertamanya tersebut, ia pun mulai menabung dan mengambil kelas seni peran di hari libur. Ia menyewa seorang pelatih dialek asal Melbourne, untuk mengajarinya dialek Amerika, demi mengejar karier di Hollywood. Lima hari usai kontraknya di Neighbours berakhir, ia langsung pindah ke California untuk mengikuti audisi serial televisi Charlie’s Angels. Tak lolos audisi, ia justru mendapat tawaran untuk bermain sebagai Laura Cameron dalam Pan Am, yang membawanya ke New York dan kemudian bertemu dengan maestro Martin Scorsese (73), sutradara The Wolf of Wall Street.

Kehidupan Margot pun berubah drastis. Orang mulai banyak yang menaruh perhatian kepadanya. Para penggemarnya membanjiri akun media sosialnya dengan berbagai komentar. Ia mengaku, semua perhatian ini terasa agak surealis baginya, yang berasal dari latar belakang kelas pekerja. Sehingga, ia sempat berpikir ingin kembali ke masa lalunya. “Saya sempat berpikir, tak harus menjadi terkenal. Tapi, bagaimanapun waktu tak bisa diulang kembali,” katanya.

Lalu, datanglah proyek besar dari sutradara David Ayer (48) yang mengirimkan naskah Suicide Squad kepadanya. Di film inilah pertama kalinya Margot diminta untuk bermain tanpa perlu audisi. Sedikit kaget, ia berujar, “Saya mendapatkan karakter terbaik di film ini, dan akan saya maksimalkan karakter Harley Quinn ini.” Ayer  memilih Margot karena ia merasa aktris pilihannya ini bisa membawakan karakter kekasih Joker dengan liar sekaligus memilukan, seperti  yang diinginkannya.

Bicara soal perjuangannya selama ini, Margot menggambarkan kehidupan kariernya bagaikan sedang mendaki gunung. “Tiap peran dalam film adalah sebuah gunung. Ketika film itu selesai, saya merasa sudah berhasil mencapai puncak. Tetapi,  tiap kali mendekati puncak, saya melihat ada gunung lain yang harus didaki selanjutnya,” ungkap aktris yang memulai debutnya lewat perannya sebagai Cassandra di Vigilante (2008) ini.

Tahun 2016 adalah tahun yang besar bagi Margot. Hal yang paling dinantikannya adalah sebuah proyek film yang sedang ia garap, tapi masih dirahasiakan. “Saya baru saja mulai memproduksi sebuah film dan bekerja sebagai produser. Saya tak sabar untuk menjelajah sisi pembuatan film ini,” ucap Margot, penuh semangat. (f)
 


Topic

#MargotRobbie

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?