
Foto: ImageCollect
Miley Cyrus (24) termasuk salah satu selebritas yang sudah tenar sejak kecil. Ia harus melalui masa remaja hingga dewasa dengan menciptakan sensasi, konflik, atau kontroversi dalam perjalanan kariernya. Simak cerita Miley yang memilih menciptakan imej baru dan sempat membuatnya ditinggalkan oleh penggemarnya.
Si ‘Disney Sweetheart’ kelahiran 23 November 1992 ini menjadi selebritas kegemaran jutaan remaja AS setelah berperan sebagai Miley Stewart dalam drama Hannah Montana. Drama itu pulalah yang kemudian membesarkan namanya. Saat itu, Miley adalah sosok yang manis, menginspirasi, dan bersemangat.
Namun, saat merilis album Bangerz (2013), Miley berubah drastis. Ia bertransformasi dari gadis lugu menjadi sangat seksi. Ia memotong rambut panjangnya menjadi sangat pendek bergaya pixie. Sebagai gimmick tambahan, ia juga kerap menjulurkan lidah saat difoto, berdansa twerking, hingga pakaian provokatif yang sangat seksi. Image sebagai gadis manis yang sebelumnya melekat kuat dalam diri Miley pun lenyap.
“Selama ini orang mengira saya Hannah Montana, mereka lupa bahwa itu hanya peran. Ketika saya menunjukkan karakter asli, mereka justru mengharapkan saya kembali ‘normal’,” ujarnya. Miley mengaku enggan didikte oleh masyarakat tentang bagaimana ia seharusnya bersikap.
Ada yang merespons positif, tapi tak sedikit pula yang mencibir perubahannya itu. Salah satu yang menentang adalah lembaga sensor AS yang sempat memperkarakan penampilan Miley di MTV Video Music Awards 2013 bersama penyanyi Robin Thicke. Para orang tua fans Miley bahkan sampai melarang anak-anak mereka menonton konser atau mengikuti akun Instagram Miley. Mereka khawatir, Miley akan memberi pengaruh negatif bagi para fans-nya.
Tak cukup sampai di situ, Miley juga membuat pengakuan mengejutkan mengenai orientasi seksualnya yang ‘panseksual’. Ini adalah ketertarikan pada seseorang tanpa memandang gender. Banyak orang terkejut oleh pengakuannya itu. Orang tua Miley, Billy Ray Cyrus dan Tish Finley Cyrus, bahkan tak mau menerima kenyataan tersebut.
“Saya mengaku seorang panseksual. Dan ini adalah hal legal, ketika semua orang bisa mencintai saya, baik wanita, pria, atau bahkan mereka yang transeksual,” ceritanya kepada Paper Magazine.
Dalam wawancaranya dengan ELLE, Miley mengaku banyak penggemar lamanya yang meninggalkannya karena perubahan image tersebut. Tapi, ia justru mendapatkan banyak penggemar baru setelah transformasinya yang ‘provokatif’ itu. Buktinya, videoklip Wrecking Ball yang menampilkan tubuhnya tanpa busana, telah ditonton 864 juta kali. Bahkan, kini ia punya 23 juta pengikut di akun Instagram.
Aktris Tavi Gevinson yang mewawancarainya berkata, banyak orang yang mengapresiasi keberanian Miley mengubah image dari ‘gadis manis Disney’ menjadi pop-artist liar yang jujur dan apa adanya. “Orang-orang terdekat tak heran dengan perubahan ini, karena seperti inilah ekspresi saya yang sesungguhnya. Saya hanya berusaha menampilkan ‘kejujuran’ pada karier saya yang telah dewasa ini,” ujar pelantun We Can’t Stop ini dalam wawancaranya dengan V Magazine.
Ketika banyak telunjuk menuduh Miley memberikan pengaruh buruk pada generasi muda karena image ‘bebasnya’, ia justru sibuk membangun istana ‘kebaikannya’ sendiri dengan membuat organisasi nonprofit, The Happy Hippie Foundation. Misi organisasi ini adalah mendukung dan menyediakan segala kebutuhan para tunawisma muda, komunitas LGBT, dan mereka yang merasa terpinggirkan.
Selain berani menunjukkan citra diri yang sebenarnya, tekad Miley membantu mereka yang membutuhkan melalui organisasinya tersebut adalah salah satu titik balik dalam hidupnya. “Ini memang merupakan hal yang saya inginkan dan membuat saya bahagia,” katanya, kepada Variety. (f)
Baca juga:
Miley Cyrus Liburan Natal Bersama Keluarga Liam Hemsworth, Pertanda Apa?
Memakai Cincin Baru, Benarkah Miley Cyrus dan Liam Hemsworth Sudah Menikah?
Miley Cyrus Ulang Tahun, Ini Hadiah yang Diberikan Liam Hemsworth
Citra Narada Putri, Rizka Azizah
Topic
#millennialmanual


