Celebrity
Eksis di Dunia Film, 3 Alumni Wajah Femina Ini Tak Mudah Puas Berakting

15 Oct 2024

Kiri ke kanan: Olga Lydia, Ratu Felisha, Ully Triani. Fotografer: Norman Fideli, stylist: Yoland Handoko, makeup & hairdo: Sariayu Martha Tilaar, lokasi: Four Seasons Hotel Jakarta 


Ada banyak jalan untuk bisa masuk ke dunia akting. Tapi bagi tiga aktris ternama Indonesia ini, menjadi peserta Wajah Femina justru membuka peluang mereka untuk terjun ke dunia perfilman.

Olga Lydia (Finalis Wajah Femina 1994), Ratu Felisha (Pemenang Favorit Pembaca Wajah Femina 2001), dan Ully Triani (Pemenang II dan Favorit Pembaca Wajah Femina 2007) menceritakan awal mula mereka terjun ke dunia akting saat ngobrol bareng Femina di tengah-tengah sesi pemotretan cover Femina edisi ulang tahun ke-52 yang berlangsung September lalu. Yuk, simak obrolan seru kami!

 Fotografer: Norman Fideli, stylist: Yoland Handoko, makeup & hairdo: Sariayu Martha Tilaar, aksesori: Rinaldy Yunardi, busana: Natalia Kiantoro, lokasi: Alto Restaurant & Bar - Four Seasons Hotel Jakarta 

Selalu ada yang baru dari Olga Lidya

"Kegiatan sekarang ini persiapan untuk film musikal terbaru saya. Di sini saya sebagai produser. Mudah-mudahan bisa tayang dalam waktu dekat. Pemainnya ada Tio Pakusadewo, Martino Lio, dan lainnya," kata Olga Lydia membuka obrolan dengan Femina, sore itu.

Setelah malang melintang di dunia akting dan sempat menyutradarai dua film, kini Olga menjalani peran baru sebagai seorang produser. "Saat menyutradarai Rectoverso, kisah yang jatuh ke tangan saya itu personal sekali. Saya bisa melihat diri saya di situ. Meski idenya dari Dewi Lestari, saya bisa merasakan itu adalah saya pada saat itu. Dari pengalaman itu, saya ingin coba apakah saya bisa melihat diri saya di film yang saya produseri," ungkap Olga.

Untuk proyek terbarunya ini, Olga sengaja memilih satu isu yang memang menjadi perhatian dirinya, yaitu isu keluarga. Lewat film ini, ia ingin bercerita tentang peran seorang ayah dalam keluarga, menjadi contoh bagi anak-anaknya dan menjadi tonggak menjalankan keluarga dengan baik, didampingi ibu yang kuat. 

"Jadi produser ada banyak hal yang harus saya kuasai. Itu yang lebih berat daripada menjadi sutradara atau pemain. Ada banyak hal baru yang saya pelajari. Rasanya seperti sedang mencoba panjat dinding, tapi dengan kemampuan atletis yang minim. Jadi setengah mati. Tapi pas sudah di tengah-tengah, terpikirnya ‘Ngapain ada di sini? Kan, udah enak di bawah. Tapi, kalau turun juga malu, naik ke atas setengah mati’," kata Olga beranalogi, tersenyum.

Namun, pantang bagi Olga untuk tidak menyelesaikan sebuah tugas hingga tuntas. Jadi, seberat apa pun tantangan yang dihadapi, ia bertekad untuk menyelesaikannya. "Dan sepertinya pekerjaan produser ini akan seperti itu juga, berpikir untuk apa ada di sini, tapi saat itu selesai justru kepikiran, ‘Mau bikin apa lagi ya?’," kata Olga, yang mengaku tengah mempersiapkan projek baru untuk tahun depan.

Sambil menunggu sesi pemotretan cover Femina, Olga kembali mengenang pengalaman pertamanya di Wajah Femina, 20 tahun lalu. Baginya, pintu karier di dunia entertainment terbuka setelah ia menjadi Finalis Wajah Femina 1994. Sejak saat itu, ia tidak mudah puas dengan karier di dunia entertainment, sehingga ingin selalu mencoba tantangan-tantangan baru; dari aktris, sutradara, hingga produser. 

 Fotografer: Norman Fideli, stylist: Yoland Handoko, makeup & hairdo: Sariayu Martha Tilaar, aksesori: Rinaldy Yunardi, busana: Natalia Kiantoro, lokasi: The Barber - Four Seasons Hotel Jakarta 

Ratu Felisha berperan dalam film horor garapan Upi

Ratu Felisha, yang akrab disapa Feli, tidak pernah menyangka kalau keisengannya ikut mendaftar Wajah Femina justru membuka jalan kariernya di dunia akting. Setelah keluar sebagai Pemenang Favorit Pembaca Wajah Femina 2001, wajahnya muncul di cover Femina. Saat itulah, seorang pemilik production house melihat dan meminta asistennya untuk menghubungi Feli dan mengajaknya casting.

Meski mengaku saat itu kaget dengan tawaran tersebut, namun Feli tak mundur. Di sela-sela kesibukan kuliah, ia memberanikan diri untuk ikut casting tersebut. Inilah pengalaman pertamanya yang sekaligus membuka pintu berkarier di dunia akting. 

"Saat itu umur aku baru 19 tapi sudah daftar Wajah Femina, jadi yang paling bontot. Sempat demam panggung juga saat malam final. Dan tiba-tiba aku diumumin jadi juara favorit, bengonglah sampai harus dipanggil beberapa kali," cerita Feli. 

Tidak puas hanya bermain sinetron, Feli juga aktif berperan di beberapa film bergenre horor. Sudah lebih dari 15 film yang ia bintangi. Terbaru, wanita kelahiran tahun 1982 ini baru saja menyelesaikan syuting fim Sorop. Film garapan sutradara wanita Upi Arianto ini mengambil lokasi syuting di Banyuwangi.

"Sebenarnya aku nggak mau nerima film horor lagi, tapi karena ini sutradaranya Upi, dan aku tumbuh dari nonton film-filmnya Upi, jadi aku ngefans banget. Pas dapat kesempatan kerja sama Upi ini, ya langsung aku ambil aja," ungkap Feli, senang. 

Bagi Feli, memilih karakter yang menarik dan plot cerita film yang akan ia perankan itu penting. "Tapi untuk aku sutradara faktor terpenting. Karena ia adalah nakhoda kapal yang mengarahkan bagus tidaknya sebuah film," kata Feli. 

 Fotografer: Norman Fideli, stylist: Yoland Handoko, makeup & hairdo: Sariayu Martha Tilaar, aksesori: Rinaldy Yunardi, busana: Lanivatti,
lokasi: The Barber - Four Seasons Hotel Jakarta
 

Ully Triani pilih projek film sebagai tempat belajar

Mengaku belajar akting secara otodidak, Ully Triani melihat setiap projek film yang ia bintangi sebagai tempat untuk mengeksplorasi peran dan belajar. "Per projek pasti ada reading, aku juga riset. Pernah dapat peran di film pendek tentang ibu yang kehilangan anak. Aku jadi obgyn, dan pas aku lihat ada scene di ruangan operasi. Aku datang ke rumah sakit temanku yang obgyn, aku tanya-tanya karena takut salah," cerita Ully. 

Meski memiliki background pendidikan sebagai dokter gigi, Ully memilih serius menjalani karier di dunia seni peran. Untuk mencapai semua itu, ia harus jatuh-bangun dan ditolak banyak casting. Apalagi Ully memulai karier ini di usia yang tergolong matang. 

"Aku ingat banget sebelum film pertama, saat usia 30, aku casting dan dibilang sama casting director-nya kalau aku ketuaan karena nggak sesuai tren yang anak-anak ABG. Aku sempat dibilang nggak akan dapat peran utama," ungkap Ully.

Tapi karena peristiwa itu pula, semangat Ully terpantik. Ketika ada sesuatu yang menyakiti hatinya, Ully justru berpikir ‘I'm gonna prove it’. Tantangan tersebut benar-benar ia buktikan dengan mendapatkan peran dalam sebuah film garapan sutradara Rudy Sudjarwo

"Kalau mengasah akting, aku sebenarnya mau sekolah akting tapi belum ada waktunya, jadi selama ini aku otodidak. Kalau syuting ada acting coach, terus dengar masukan dari sutradara, aku belajar dari sana karena ada ilmu baru di setiap projek," katanya. 

Menurut Ully, untuk bisa mencapai apa yang menjadi mimpi kita, jangan selalu mendengarkan kata orang; percaya saja kalau kita bisa. Setelah keluar sebagai Pemenang II dan Favorit Pembaca Wajah Femina 2007, kesempatan baginya terbuka semakin lebar. "Aku suka akting; what's better than doing something you like," jawabnya, ketika ditanya mengapa memilih dunia akting. 

Tahun ini, Ully baru saja menyelesaikan proyek film bersama MD Entertainment, yang rencananya akan tayang pada 24 Oktober nanti. Ke depannya, ia masih memiliki mimpi ingin berperan dalam film tentang psikopat serta film yang disutradarai Joko Anwar. Semoga segera terwujud ya Ully! (f)

Baca juga: 
Femina dan Perempuan Indonesia yang Berdaya, Bergaya, Berbudaya
Malam Nostalgia Alumni Wajah Femina Rayakan Ulang Tahun Femina ke-52
Femina 52 Tahun, Selebrasi Perjalanan Gaya Hidup Perempuan Indonesia

 

Faunda Liswijayanti


Topic

#wajahfemina, #alumniwajahfemina, #femina52

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?