Celebrity
Dua Sisi Widika Sidmore

21 Dec 2016


Foto: Ricko Sandy

Terobsesi dengan kemungkinan traveling keliling dunia dan melenggang di New York Fashion Week atau Paris Fashion Week, Widika Sidmore (24) yang tumbuh besar di pedesaan Ubud, Bali, memutuskan terjun ke dunia modeling tanpa tanggung-tanggung.
 
Sejak kapan tertarik dunia modeling?
Meski saya dekat dengan alam, sejak kecil saya suka sekali baca majalah Vogue, W, atau L’officiel yang dibawakan Papa dari luar negeri. Melihat editorial photos, the make up, backstages, dan runway photo membuat saya bergairah dan penasaran pada dunia fashion. Apalagi, sejak kecil tubuh saya yang tinggi kurus membuat banyak orang menyarankan saya untuk mencoba modeling.
 
Mengapa langsung memilih ke luar negeri?
“Basically, if I’m going to do modelling, I’m going to do it internationally. I’m going to walk for the best. Dengan dukungan orang tua, saya waktu itu masih 16 tahun saat mendaftar online dengan mengirimkan foto-foto diri berbagai pose, video, plus sedikit cerita tentang diri saya ke Ford Models New York, salah satu agensi model terbaik di dunia. And it happened! They seemed to like me so much. Mereka langsung mengirimkan kontrak yang besar, tiket ke New York, dan menanggung semua biaya.
 
Bagaimana rasanya jadi model di New York?
Wah! Itu jadi saat-saat berat saya di awal karier. Saat itu, saya baru berusia 17 tahun, tetapi sudah bekerja mencari uang dan makan sendiri. Kangen orang tua, keluarga, dan teman-teman. Saya sering menangis dan home sick. But, I have to pay for what I want. My dreams are bigger than my fear. Tiap malam saya mendapat e-mail dari agensi berisi info lokasi go sees dan casting esok hari. Dalam sehari, ada 5-10 go sees yang harus saya lakukan. Dari pagi sampai sore bisa go see, atau casting, lalu foto, go see lagi, show lagi, casting, photo shoot. Pokoknya chaotic. Tak ada waktu istirahat.
 
Bekerja di banyak negara, sulitkah beradaptasi?
Saya bukan orang yang sulit beradaptasi. Suka atau tidak, saya harus bisa menyesuaikan diri dengan kebiasaan mereka karena saya yang harus berubah dan harus mengerti. Jadi, saya sama sekali tidak pernah mengalami culture shocks.
 
Sukses di New York, mengapa kembali ke Indonesia?
Setelah 5 tahun, saya memutuskan kembali ke Indonesia karena saya selalu jatuh cinta pada negara ini. And I want to travel around Indonesia, melihat betapa indahnya Indonesia. Ternyata ini yang saya inginkan, di sinilah saya ingin berada. This is my home, so I want to live here.
 
Apa kesibukan kamu sekarang?
Baru saja selesai syuting film pertama saya. Sekarang saya travel ke mana-mana. Bersama tim Wonderful Indonesia, selama satu bulan saya keliling Indonesia. Dari Sumatra hingga Papua. I love it very much.
 
Apa yang kamu dapatkan dari traveling?
Traveling is the greatest gift ever. The open mindedness dan mendapatkan perasaan yang hanya bisa kamu dapatkan atau rasakan selama traveling, misalnya  perasaan begitu kecilnya kita di tengah besarnya dunia ini. Perasaan itu tak tergantikan. (f)

Baca juga:
Gaya Maskulin dan Pamer Bahu Mewarnai Koleksi London Fashion Week 2016
Gigi Hadid, Kim Kardashian, hingga Zhang Ziyi Meramaikan Paris Fashion Week 2016
Gaya Selebritas dan Trend Desainer Lokal Indonesia di JFW 2017


Topic

#WidikaSidmore

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?