Celebrity
Debut Akting Alessandra Usman

14 Mar 2016


Film I Am Hope menjadi landasan pacu yang menerbangkan Alessandra Khadijah Usman (27) di dunia akting. Sebagai pemula, wanita yang memerankan karakter Maia ini terbilang sukses menuai apresiasi. Namun, Runner Up II Puteri Indonesia 2010 ini mengatakan masih menyisakan ruang masa depannya untuk mimpi yang lain. Kepada femina, ia membagikan semuanya.
 
Wanita yang akrab disapa Sandra ini tidak hanya rupawan, tapi juga memiliki sederet prestasi menawan. Selain meraih gelar dari Puteri Indonesia sebagai Puteri Pariwisata di tahun 2011 dengan mengenakan balutan kebaya khas Bali, Sandra berhasil mencuri perhatian dunia dan pulang membawa gelar Best Style dan Runner-Up II Miss Asia Pacific World 2011.

Uniknya, bekal beauty, brain, dan behavior yang mengikuti prestasinya itu rupanya tidak cukup kuat membuat Sandra percaya diri menjajal peruntungannya di dunia akting. “Film I Am Hope adalah debut saya sebagai pelaku seni. Tapi, di saat yang sama saya sudah harus menghadapi aktor dan aktris senior dengan jam terbang tinggi,” ungkap Sandra. Di film itu ia bersanding akting dengan bintang ternama seperti Tatjana Saphira, Tio Pakusadewo, Fachri Albar, dan Feby Febiola.

Namun, motivasinya kembali terpacu saat mengingat misi sosial dari film yang berkisah tentang pergulatan hidup dan emosional seorang wanita muda penderita kanker ini. “Selain kisahnya yang membangkitkan semangat hidup, hasil keuntungan dari film ini juga akan didonasikan bagi pengidap kanker,” ungkap Sandra, tentang film yang disutradarai oleh Adila Dimitri dan diproduseri oleh Wulan Guritno ini.
           
Totalitas menjadi mantra suksesnya. Lebih dari sekadar mencari jawaban atas rasa ingin tahunya tentang dunia seni peran, film ini pun menjadi misi pribadinya untuk berkontribusi secara kemanusiaan. Demi masuk ke dalam karakter yang diperankan, ia melahap buku-buku kesehatan, mewawancarai para survivor, menelusuri blog mereka, hingga menyaksikan film-film tentang kanker.

“Proses belajar aktingnya berjalan terus dari praproduksi hingga syuting berlangsung,” lanjut Sandra, yang berguru pada acting coach, dan tak malu bertanya serta rajin berdiskusi dengan sutradara dan para pemeran lainnya di lokasi. “Buat saya, bermain di film layar lebar adalah sebuah pencapaian!” ujar Sandra, yang harus tetap melalui tahapan casting untuk mendapatkan perannya ini.

Namun, kesuksesannya menuai apresiasi ini tidak serta-merta membuatnya lupa terhadap impiannya yang lain. Di luar gebyar dunia hiburan, wanita yang mengaku tak bisa diam ini rupanya tetap menikmati karier di dunia marketing, profesi yang ditekuninya sejak tahun 2014, saat ia masih bekerja di perusahaan properti di New York, Amerika Serikat.

“Saya suka dengan dinamika kerja kantoran. Target penjualan yang harus terpenuhi, lembur bersama rekan kerja, hingga stres pekerjaan yang dibagi bersama-sama,” ungkap wanita yang kini bergabung dengan sebuah perusahaan elektronik di Jakarta ini.

Tentu bukan hal yang mudah membagi energi dan konsentrasi di dua dunia yang sama sekali berbeda. Selain tuntutan jadwal syuting, ia juga ikut melakukan promo film di berbagai kota. “Ini hanya soal prioritas,” kilahnya. Ketika mencurahkan seluruh konsentrasi untuk produksi film I Am Hope, Sandra sampai harus mengambil cuti selama sebulan. “Bersyukur, atasan saya mengizinkan saya cuti. Padahal, saat itu saya baru sebulan bekerja di perusahaan saya yang sekarang,” tambah Sandra, bersyukur.

Hingga saat ini Sandra mengaku masih memberati dunia kariernya sebagai seorang marketer. “Kerja di kantor masih tetap yang utama. Tapi, jika waktunya memungkinkan, saya tak masalah jika harus berakting lagi,” lanjut Sandra, yang tertantang mencoba akting di film thriller. (f)
 


 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?