
Foto: Agus Santoso
Single pertamanya, A Copy of You, saat ini tengah banyak diputar di radio-radio. Meski sudah bermusik sejak remaja, Chilla Kiana (21) baru melakoni musik justru setelah lulus kuliah. Di tengah kesibukan promo single terbarunya, wanita kelahiran Surabaya ini melakukan pemotretan cover bersama femina di kawasan Jakarta Selatan. Ditemui usai foto cover, Chilla ramah menyambut femina dan berbincang tentang musik dan rencana bisnis masa depannya.
“Saya dan musik itu ibarat manusia dan udara, tidak bisa berpisah. Bangun tidur saya langsung pasang musik. Sebelum tidur juga harus dengerin musik. Hanya kalau belajar saja, saya zero musik. Karena kalau ada musik, saya jadi nyanyi-nyanyi dan tidak fokus,” ungkap Chilla, tersenyum.
Bagi wanita kelahiran 30 September ini, musik adalah obsesinya sejak kecil. Namun, kecintaannya pada dunia pendidikan membuat ia menahan diri serius di dunia musik. Padahal, saat itu ia sudah menandatangani kontrak dengan Universal Musik, recording label yang menaunginya kini. “Saya bilang ke Mama, saya mau serius di dunia musik kalau sudah mendapat gelar sarjana,” kata wanita yang mengaku perfeksionis ini.
Maka, ketika pertengahan tahun ini berhasil menyelesaikan kuliahnya di jurusan Manajemen Universitas Pelita Harapan dengan hasil cum laude, Chilla mulai fokus mengejar kariernya di dunia musik dan langsung disibukkan dengan jadwal promo ke beberapa kota di Indonesia.
Pemilihan lagu A Copy of My Mind, menurut wanita berambut panjang ini, mewakili konsep musiknya: simpel, tapi tetap emosional. “Lagu ini dapat menunjukkan karakter vokal saya dan saya enjoy banget menyanyikannya. Video musiknya juga bergaya minimalis dan fashionable, sesuai konsep musik saya yang simpel,” kata wanita yang ikut andil mulai dari pemikiran konsep hingga editing lagu dan musik videonya ini.
Sebelum muncul dengan single pertama, tahun 2015 Chilla telah menjadi wakil Indonesia menyanyikan theme song Disney Princess, berjudul The Glow. Lagu yang ditulis pertama kali tahun 2011 oleh Shannon Saunders, seorang penulis lagu asal Inggris, ini tahun lalu untuk pertama kalinya dialihbahasakan ke dalam lima bahasa, yaitu Filipina, Indonesia, Prancis, Malaysia, dan Thailand.
“Saat itu saya tidak ikut proses seleksi atau ikut kompetisi yang diadakan Disney. Hanya ada e-mail dari Disney yang memberitahukan bahwa saya terpilih mewakili Indonesia menjadi salah satu penyanyi di project terbaru mereka. Sampai sekarang saya juga tidak tahu bagaimana mereka memilih saya untuk mewakili Indonesia,” ungkap Chilla, bahagia.
Tidak heran, ketika berita dari Disney ini sampai ke telinganya, wanita yang sejak kecil selalu menonton Disney ini sangat terkejut dan bahagia. “It’s a dream come true! Apalagi saya sudah terobsesi Disney dari kecil. Ketika bisa menjadi bagian dari Disney dan bernyanyi bersama, saya merasa tersanjung,” ungkap wanita yang hingga kini masih menjalani beberapa kampanye bersama Disney dan sempat tampil di Disney Calender 2016 sebagai Putri Belle.
“Saya suka Belle dan Rapunzell. Belle itu pintar dan satu-satunya putri yang digambarkan suka buku. Sedangkan Rapunzell, karena ia selalu bersikap positif, cheerful, dan friendly,” tambah penggemar soundtrack film Little Mermaid, Part of Your World ini.
Sebenarnya, perkenalan Chilla dengan dunia musik sudah dimulai sejak usia belia. Di ulang tahunnya yang kelima, penggemar Adele dan Rihanna ini pertama kali tampil menyanyikan lagu I Have A Dream milik Westlife di hadapan teman-teman dan gurunya.
Saat itu, menurut ibunya, Jessica Kartika, bakat menyanyi Chilla sudah terlihat. “Ia sama sekali tidak terlihat grogi saat bernyanyi. Selain itu, ia memang paling cepat menghafal lagu,” ungkap sang mama, yang hari itu menemani Chilla foto sampul femina.
Belajar piano sejak usia tujuh tahun, di usia sepuluh penggemar Kendrick Lamar dan Jimi Hendrix sudah mulai membuat lagu. Lagu pertamanya adalah lagu rohani berdurasi 15 menit yang ia buat sebagai ungkapan rasa syukurnya kepada Sang Pencipta.
Setelah itu, bakat musiknya pun terus bertumbuh. Di usia 13, wanita yang sempat di-bully karena selera musiknya berbeda dengan teman-teman sebayanya ini, membuat lagu berjudul My Indonesia. Lagu yang ia tulis dalam dua versi, bahasa Indonesia dan Inggris, ini video musiknya berhasil menuai komentar positif di Youtube.
Rupanya, video musik tersebut dilirik seorang produser asal Kanada yang menawarinya recording. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan tersebut, tahun 2012 Chilla mengeluarkan dua video musik berjudul Jealousy dan Loneliest Hour di VeVo Channel. Loneiest Hour berhasil menduduki peringkat satu dan ditonton lebih dari tiga juta kali.
“Tapi memang tidak bisa dilanjutkan karena berarti saya dan Mama harus pindah ke Kanada. Saya juga saat itu masih SMA,” kata Chilla, yang menilai pendidikan penting sebagai navigasi dalam hidupnya. (f)
Faunda Liswijayanti
Topic
#ChillaKiana


