
Foto: Hermawan
Bagi pria kelahiran 4 April 1971 ini, memulai proyek solo lewat single “Hanya Engkau yang Bisa” telah dipertimbangkannya selama bertahun-tahun. Kepada femina, Armand menumpahkan segala curahan hati tentang momen terpenting dalam hidupnya ini, yaitu membuat Arana Project pada 21 Februari 2016, yang merupakan akronim dari Armand Maulana.
“Proyek ini adalah unek-unek dan kegelisahan yang tidak bisa disampaikan di GIGI,” ucapnya membuka perbincangan siang hari itu. Tampil beda, Armand tampak lebih fresh dengan senyum lebar tersungging di bibirnya. Tampak sekali ia sedang bahagia. Namun, ketika ditanya mengenai keberaniannya membuat proyek solo karier, raut wajahnya mulai berubah sedikit serius.
Keputusan bersolo karier ibarat napak tilas perjalanan Armand saat pertama kali terjun di industri musik Indonesia. Jauh sebelum dirinya berkibar bersama band GIGI yang terbentuk pada 22 Maret 1994, suami Dewi Gita ini sempat bergabung dengan Trio Libels di 1991untuk menggantikan posisi Edwin Manangsang. Pada 1992 bahkan ia pernah merilis album solo bertajuk Kau Tetap Milikku, sampai akhirnya waktu pun mempertemukannya dengan Aria Baron, Dewa Budjana, Thomas Ramdhan, dan Ronald Fristianto yang merupakan personel awal GIGI.
Sambil merapikan rambutnya yang sudah dipangkas lebih pendek, ia berkata, “Dalam sebuah band, kita tidak mungkin seratus persen memberikan keinginan, ide, khayalan, atau kegilaan kita dalam membuat sebuah karya. Kita harus ada toleransi. Nah, eksplorasi itulah yang tidak bisa tersampaikan, sehingga menumbuhkan kegelisahan. Lagipula, bohong banget kalau 22 tahun nggak jenuh. Dalam arti yang positif, saya ingin keluar dari comfort zone.” Yang pasti, keputusannya ini ia anggap sebagai penyeimbang kesehatan musikalitasnya secara personal.
Memang, merasa sudah cukup nyaman dengan GIGI, agak susah untuk memulai proyek ini pada awalnya. Tetapi ia meyakinkan dirinya lagi bahwa mau tidak mau harus membuat proyek solo agar dirinya lebih berkembang. Apalagi dengan bersolo karier, Armand mendapatkan wadah untuk meluapkan kegelisahannya tanpa harus merecoki pakem musik GIGI yang telah baku terbentuk.
Mengenai hubungannya dengan GIGI, Armand menegaskan bahwa kesibukannya ini tidak akan mengganggu aktivitas bersama grup musiknya. “GIGI akan tetap ada dan jalan, karena GIGI adalah rumah saya. Semuanya sudah dibicarakan, jadi seharusnya tidak akan ada benturan,” jelasnya.
Selama ini, GIGI memang dikenal sebagai grup band yang sangat demokratis. Tak ada larangan dari manajemen jika ada personel yang bersolo karier atau membentuk band untuk proyek lain. Sebut saja Dewa Budjana (gitaris), Thomas (bassist), dan Gusti (drummer) yang telah lebih dahulu melakukannya. Oleh karena itu, Armand sendiri tak ragu untuk memulai lembaran baru dalam hidupnya. Justru personel lainnya memberi dukungan penuh. “Mereka support saya, bahkan nonton juga. Mereka kaget dengan single saya yang saat ini berbeda arah,” tambahnya. (f)
Topic
#ArmandMaulana


