Manusia Favorit jadi bagian dari album ke-9 Andien nantinya. Foto: Dok. B ListedSiapa manusia favorit dalam hidup kamu?
Pertanyaan ini jadi inspirasi lagu terbaru Andien, Manusia Favorit, yang dirilis di berbagai digital streaming platform pada 6 Maret 2026.
Lagu ini bakal ada dalam album ke-9 Andien yang saat ini sedang dalam proses pengerjaan, dan lagu-lagu lain dalam album itu akan dirilis secara bertahap sebagai single.
Manusia Favorit lahir dari keinginan Andien untuk menciptakan suasana yang menenangkan sekaligus menyegarkan bagi pendengarnya. “Waktu membuat lagu ini, aku membayangkan sebuah lagu yang terasa teduh, nyaman, dan ‘nyess’ ketika didengar, kayak disiram air segar yang bikin hati ikut terasa adem.”
Melalui lagu ini, Andien menghadirkan kisah personal tentang orang-orang yang kehadirannya terasa paling berarti dalam hidup, dan bagaimana momen-momen yang dihabiskan bersama mereka sering kali adalah hal-hal sederhana namun memorinya tak pernah lepas.
“Begitu lagu Manusia Favorit sampai ke audiens, lagu ini jadi milik mereka. Manusia Favorit bisa jadi sangat personal, setiap orang pasti punya sosok manusia favoritnya masing-masing,” kata Andien.
Manusia Favorit adalah hasil kolaborasi bersama pencipta lagu sekaligus produser musik Lafa Pratomo. Kolaborasi ini juga kerja sama pertama Andien dengan Lafa Pratomo sebagai produser.
Proses kreatifnya berlangsung cepat dan penuh rasa; Lafa dengan mahir menangkap raw moment dan menerjemahkannya menjadi lagu.
Menurut Andien, kesamaan rasa musikal menjadi kunci dari kolaborasi ini. “Aku dan Lafa punya irisan napas yang sama untuk genre lagu seperti ini, jadi proses kreatifnya terasa sangat mengalir dan natural,” ungkap Andien.
Hasil kolaborasi ini menghadirkan sebuah lagu dengan nuansa dreamy yang lembut, memperkuat rasa hangat yang ingin disampaikan lewat lagu ini.
Untuk mendampingi perilisan single Manusia Favorit, Andien bekerja sama dengan Niamo Studio dan sutradara Gilbert March dalam penggarapan video musiknya.
Video ini dikemas dengan pendekatan visual static framing yang sinematis–kamera dibiarkan tetap diam sementara Andien bergerak dan bernyanyi di dalam ruang kosong.
Pendekatan ini menciptakan nuansa intim dan reflektif, memberi ruang bagi emosi lagu untuk hadir apa adanya, mengajak penonton mengingat kembali siapa Manusia Favorit dalam hidup mereka sendiri. Kita tunggu video musiknya, ya! (f)
Baca juga:
Jelang Konser Suarasmara, Andien Berkolaborasi dengan Rekosistem dan Kitabisa Experience Ajak Plogging
Buka Toko Baru, TOMS Indonesia Dukung Andien Aisyah Foundation
Andien Menebar Kebaikan Lewat Andien Aisyah Foundation
Brianna Relisha
Topic
#feminaindonesia, #andien


