
Foto: Taylor Swift
Sejak debut dengan single Tim McGraw di tahun 2006, nama Taylor Swift sudah menarik perhatian para pencinta musik. Selama 16 tahun berkarier, Taylor Swift sudah mengeluarkan berbagai single hits yang merajai charts musik dunia, menjual ratusan jutaan kopi album, dan langganan menerima penghargaan bergengsi. Penyanyi kelahiran 13 Desember 1989 ini pun dianggap sebagai salah satu musisi terlaris sepanjang sejarah.
Kehebatan dari pelantun lagu Shake It Off inilah yang membuat Clive Davis Institute of Recorded Music, New York University (NYU) membuka mata kuliah khusus mempelajari musik Taylor Swift. Mata kuliah yang dipelajaru dalam bentuk kursus ini dibuka pada 26 Januari dan akan berlangsung hingga 9 Maret 2022.
Dilansir dari Variety, Brittany Spanos, staf penulis dari Rolling Stone, rencananya akan menjadi pengajar di kelas kursus ini. Pelajaran yang dibahas adalah seputar evolusi Taylor Swift sebagai entrepreneur di bidang musik kreatif. Juga seputar warisan penulis musik pop dan country ini pada musik pop kontempor. Pihak kampus sendiri menyebutkan sudah banyak pendaftar yang antre untuk ikut kursus ini. Karena kabarnya Taylor Swift akan jadi pembicara di kelas, meskipun belum dipastikan kapan kemunculan pacar aktor Joe Alwyn ini.
Ini bukan pertama kalinya Clive Davis Institute, NYU membuka kursus dengan mata kuliah mengangkat para musisi ternama. Dilansir dari website Stuff, Clive Davis Institute sudah beberapa kali menjadikan ikon musik sebagai subyek pelajaran, seperti Beyonce, Alicia Keys, Pharrell Williams, dan Miley Cyrus.
Para dosen yang mengajar dalam kelas spesial ini pun diseleksi langsung oleh pihak universitas. Seperti Brittany Spanos, yang menjadi pengajar di kelas Taylor Swift adalah seorang Swiftie (nama penggemar Taylor Swift) dan jurnalis senior lulusan NYU.
Jason King, musisi dan penulis lagu senior yang merupakan Dekan Clive Davis Institute mengatakan pada Variety kalau dirinya langsung setuju ketika Brittany Spanos mengusulkan mata kuliah ini. “Brittany adalah penggemar Taylor Swift, tapi dia juga mengerti soal kontekstual budaya dan bisa membuat siswa mengerti akan musik melalui mata gender, feminism, dan ras. Dia juga mantan mahasiswa saya dan saya telah melihatnya tumbuh menjadi jurnalis yang andal,” ujar Jason.
Brittany Spanos pun semangat sekali untuk mulai mengajar. “Mengajar di kursus di Clive Davis telah menjadi impian saya. Apalagi saya adalah alumni NYU dan pernah mengambil kelas Topics in Recorded Music yang sangat membantu dalam karier jurnalistik saya. Saya juga telah meliput Taylor Swift selama satu dekade dan menjadi penggemar beratnya. Merupakan suatu kehormatan untuk dapat berbagi keahlian Swiftie saya dengan para mahasiswa,” jelas Brittany ke Variety.
Ada yang berminat untuk ikut kelasnya? (f)
Baca Juga:
Lady Gaga Raih Grammy Awards ke-12 dalam Karier Bermusiknya
Apakah Cats Cocok Ditonton Anak-anak dan Penggemar Taylor Swift?
Kabar Gembira! Rihanna Pamer Kehamilan Anak Pertamanya. Congrats!
Topic
#TaylorSwift, #Seleb, #Musisi, #Internasional, #Universitas, #MataKuliah, #Pendidikan


