Foto: PixabayPandemi COVID-19 disebut-sebut membuat lebih banyak orang mengalami burnout alias kelelahan fisik, emosional, dan mental. Burnout membuat seseorang jadi lebih sensitif, tidak merasa bahagia dengan apapun yang dikerjakan dan pencapaiannya. Yang mesti diwaspadai, burnout bisa memicu berbagai masalah seperti konsumsi tembakau dan alkohol hingga masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi dan gangguan kesehatan jiwa seperti depresi.
Badan Kesehatan dunia (WHO) memasukkan burnout sebagai kondisi yang berhubungan dengan pekerjaan. Namun burnout ternyata tidak hanya terjadi saat sering lembur karena harus menyelesaikan banyak pekerjaan kantor, lho. Burnout bisa terjadi karena beberapa sebab berikut:
1/ Memenuhi harapan orang lain
Punya target tertentu memang bisa memacu semangat, tapi juga bisa jadi tekanan yang melelahkan. Apalagi jika standar yang diharapkan orang tua, pelatih, guru, atau atasan terlalu tinggi. Seseorang juga berisiko mengalami burnout karena banyaknya tuntutan dari orang lain.
2/ Cara pandang dan kepribadian
Mereka yang pesimistis cenderung melihat dunia dan mengartikan segala sesuatu secara negatif. Akibatnya mereka lebih cepat lelah, lahir dan batin.
3/ Menelusuri media sosial atau ruang obrolan
Penggunaan media sosial bisa memberi dua efek yang berbeda. Pada mereka yang cenderung bisa fokus, memantau media sosial sambil bekerja bisa jadi hiburan, tapi pada mereka yang mudah terdistraksi, media sosial membuatnya seperti melakukan dua atau lebih pekerjaan. Tak heran kalau ini membuat kelelahan. Saat bekerja dari rumah, kecenderungan untuk memeriksa ponsel baik untuk menjawab pesan atau melihat media sosial bisa membuat risiko burnout jadi meningkat.
4/ Kurang penghargaan dan ketidakadilan
Ini mungkin sebab yang sering jadi pemicu. Cari tahu apakah itu karena perasaan semata atau memang betul-betul nyata.
5/ Tidak memiliki teman yang tepat
Punya banyak teman gaul di kantor atau di luar kantor belum tentu membuat Anda lebih tahan dari deraan burnout. Memiliki dukungan sosial memang bisa mencegah burnout, namun yang dimaksud adalah bukan sekadar teman ngopi tapi orang yang memahami apa yang Anda alami dan Anda butuhkan. Bisa jadi rekan kerja yang bisa memberi saran, saudara yang memahami kondisi keluarga Anda, atau pasangan yang siap berbagi peran.
Itu hanya sebagian, tiap orang mungkin memiliki penyebab yang berbeda. Tapi secara garis besar, kelelahan bisa disebabkan oleh faktor dari luar atau dari dalam. Jika libur akhir minggu yang lebih panjang tidak mengurangi kelelahan Anda, baiknya Anda menelusuri apakah Anda mengalami burnout dan mencari solusi. (f)
Baca Juga:
20 Quote dari Albert Einstein Hingga Bruce Lee Tentang Kecerdasan Emosional
7 Tipe Teman yang Perlu Anda Jaga
Begini Sikap Bos Yang Diharapkan Saat WFH
Topic
#karier, #kesehatanmental, #burnout


