Career
Siapa Penguasa di Kantor?

29 Aug 2016


Foto: Fotosearch

 
Tanpa dihindari, setiap hari kita pasti berhubungan dengan berbagai tipe orang di kantor. Oleh karena kerjaan nggak bisa diselesaikan semua sendiri, pasti kita perlu kerja sama dan bantuan dengan sesama rekan kerja. Misalnya, meminta laporan dari bagian lain atau mendelegasikan pekerjaan yang overload. Agar interaksi ini berjalan lancar, kita perlu memiliki kekuasaan atau pengaruh.

Setiap orang sesungguhnya punya potensi untuk 'berkuasa'. Hanya saja, potensi tersebut berasal dari sumber yang berbeda-beda. Karena itu, kenali dulu jenis-jenis kekuasaan yang ada di dunia kerja dan kapan mengaplikasikannya. Sebabnya, kekuatan tersebut bisa mendorong atau bahkan membahayakan karier kita jika nggak tahu cara menanganinya. Dengan begitu, pekerjaan maupun hidup kita bisa lebih terarah.
 
Kekuasaan Peran (Role Power)
Apa?: Wewenang atau kekuasaan yang dimiliki berdasar bagian atau perannya di tempat kerja.
 
Deskripsi: Kekuasaan ini bersifat langsung karena bekerja berdasarkan tugas yang ditetapkan. Contohnya, seorang atasan memiliki berwenang menyuruh para staf di bawahnya untuk menyampaikan laporan pekerjaan. Meski demikian, kekuasaan peran tidak selalu mengalir dari atas ke bawah. Kita bisa, nih, saja mendapat kekuasaan tambahan pada konteks tertentu, seperti saat memimpin suatu proyek atau tim tertentu, yang membuat kita bekerja serta menerima masukan dari orang-orang yang jabatannya lebih tinggi. Nah, orang dengan tipe seperti ini, pada kenyataannya, punya kekuasaan lebih daripada yang tertulis di atas kertas. Kita bisa punya kontrol terhadap proyek-proyek atau informasi berharga di perusahaan. Pernahkah kita perhatikan kalau atasan bagian administrasi lebih tahu banyak tentang apa yang terjadi di perusahaan daripada kita?
 
Maksimalkan: Untuk meningkatkan kekuatan peran lebih dari sebelumnya tentunya dengan mendapatkan promosi. Namun, kita, kan, nggak bisa hanya menunggu dipromosikan begitu saja. Ada beberapa cara lain untuk memperbaiki atau meningkatkan kekuasaan dari peran kita sekarang. Coba, deh, evaluasi apa saja tugas harian yang selalu kita kerjakan. Apakah ada salah satunya yang membuat kita terlihat lebih penting dari rekan-rekan lain? Apa saja tugas-tugas kita yang sesungguhnya memang sangat dibutuhkan perusahaan? Selanjutnya, kasih perhatian ekstra pada tugas tersebut. Caranya bisa dengan menyarankan atau menawarkan sesuatu yang berguna bagi tugas itu. Pakai cara sederhana saja seperti membuat pengolahan data yang berbeda untuk perusahaan pada program Excel. Dengan begitu perusahaan membutuhkan kita untuk bekerja dengan karyawannya.
 
Kekuasaan Ahli (Expert Power)
Apa?: Kekuasaan yang berasal dari keahlian dan pengetahuan yang dimiliki kita sendiri.
 
Deskripsi: Kebanyakan, nih, beban pekerjaan yang kita lakukan berasal dari kualitas hasil kerja dan pengetahuan yang kita perlihatkan. Pekerja yang sering menghasilkan penjualan tinggi akan lebih dihormati daripada orang-orang lain di tim penjualan. Pasalnya, dia memberikan bukti berupa hasil yang positif sehingga orang-orang menghargai dan mendengarkan pendapatnya. Padahal proses dan cara kerjanya mungkin sama atau nggak kita ketahui. Tapi hasill yang diperlihatkan menjadi bukti kerjanya.
 
Maksimalkan: Secara  nggak sadar sebenarnya kita selalu meningkatkan kekuasaan ahli ini sepanjang perjalanan karier. Tahu, kan, kalau orang cenderung memandang seseorang yang telah bekerja dalam waktu lama sebagai yang lebih berpengalaman dan tahu banyak hal. Cuma, mesti berhati-hati juga, sering orang akan memandang rendah pada mereka yang melakukan hal serupa bertahun-tahun karena terjebak di 'sana'. Untuk itu, bersikaplah fleksibel dan dinamis. Pelajari berbagai keahlian baru, perdalam pengetahuan kita tentang pekerjaan atau bisnis yang kita geluti. Jangan lupa, selalu mencari dan menawarkan ide-ide segar (dan hasilnya) dalam karier kita tersebut.
 
Kekuatan Hubungan (Relationship Power)
Apa?: Pengaruh ini dimiliki berdasarkan interaksi kita dengan orang lain.
 
Deskripsi: Yang disebut kekuasaan hubungan berupa apapun dalam pergaulan kita sehari-hari yang membuat orang lain melakukan permintaan kita. Dari tiga jenis kekuasaan yang disebutkan ini, kekuasaan hubungan merupakan jenis yang paling mudah digunakan. Setiap orang, kan, pasti pengen semua berjalan lancar dan akur dengan sesama rekan kerja.
dalam hubungan, sehingga seseorang bersedia melakukan sesuatu untuk Anda.  Bahkan walau kita nggak pengen berteman dengan seorang rekan kerja, tetap saja ada keinginan menjalani hari dengan baik tanpa perselisihan. Hubungan yang baik merupakan 'pelumas' yang membuat 'roda' pekerjaan berputar lancar. Untuk itu, saling tolong menolong atau merespon cepat permintaan seseorang bisa untuk meningkatkan kemampuan bersosialisasi kita.
 
Maksimalkan: Ringan tangan menolong dan berlaku ramah setiap hari bisa jadi awal yan baik meningkatkan kekuatan hubungan. Bukan dengan menjadi penjilat, bersikap easygoing dan membantu orang lain menyelesaikan pekerjaannya juga cukup. Jangan lupa, bila salah satu rekan kerja melakukan pekerjaannya dengan baik, beri penghargaan—pujian juga cukup. Bisa juga berinisiatif membawa makanan sesekali buat kantor. Lakukan pertolongan-pertolongan tersebut tanpa pamrih, bukan karena terpaksa. Setiap orang punya masalah. Suatu hari, mungkin giliran kita yang membutuhkan bantuan. Ingat: perbuatan 'berkata' lebih nyaring dibanding kata-kata itu sendiri. Nggak perlu yang wah dan heboh, perbuatan-perbuatan positif yang kecil tiap hari dapat menjadi tabungan kita membangun reputasi baik dalam pergaulan.
 
Mengasah Kekuasaan (Power)
Kekuasaan sendiri bersifat kompleks. Jenis kekuasaannya berbeda pada setiap orang. Dari ketiga jenis kekuasaan tersebut, pasti, deh, ada salah satu yang bisa kita kuasai dengan baik untuk mengarahkan kesuksesan karier kita. Untuk itu, coba cara-cara berikut untuk menggali potensi kekuasaan kita.
 
1. Tanyakan
Cara praktis menyadari kekuasaan kita adalah dengan tanyakan pada diri sendiri:
- Mengapa orang mau melakukan permintaan kita?
- Apa (tentang saya) yang bikin orang mendukung saya?
- Apa yang saya lakukan ketika berhasil mempengaruhi orang?
- Apa ada sikap tertentu yang mempengaruhi orang lain?
 
2. Diskusikan
Jangan ragu mendiskusikan jawaban-jawaban pertanyaan di atas dengan keluarga, teman, atau orang terdekat lainnya. Mereka akan melihat kita dari perspektif berbeda. Seringkali kekuasaan ada di pikiran orang lain yang dipengaruhi. Pendapat mereka bisa memperkaya kemampuan kita.
 
3. Pertimbangkan
Perhatikan bagaimana mereka menerima pengaruh mereka. Lalu, lihat juga apa yang dilakukan orang lain sehingga kita tertarik mempengaruhi mereka. Hasilnya jadi bahan pertimbangan mengenai kekuasaan yang kita punya.
 
4. Refleksikan
Setelah mendapat masukan-masukan tersebut, mulailah pikirkan apa yang bisa dilakukan untuk sesuatu yang berbeda. Kemudian, cari lagi apa yang dibutuhkan untuk mengembangkan kekuasaan yang kita punya.
 

The Celebrity Power
Tak terkecuali para selebritas, nih, yang memanfaatkan kepopuleran mereka memengaruhi orang lain membantu masalah di dunia.
 
- Natalie Portman
Aktris terbaik Oscar 2011 ini terlibat dalam organisasi One Voice Movement (OVM). OVM bertujuan mendukung program perdamaian guna mengakhiri konflik Palestina – Israel. Natalie juga jadi Ambassador of Hope bagi FINCA Internasional, organisasi yang memberikan bantuan bagi pengusaha di dunia yang kesulitan modal.
 
- Angelina Jolie
Untuk kegiatan kemanusian, ibu enam anak ini nggak segan mengunjungi langsung orang-orang yang dibantunya. Kegiatannya antara lain sebagai Goodwiill Ambassador UNHCR (badan PBB yang menangani pengungsi), co-chair organisasi Education Partnership for Childern of Conflict, serta mendirikan Jolie-Pitt Foundation.
 
- Alicia Keys
Penyanyi bersuara dahsyat ini adalah salah stau pendiri dan Duta Global dari Keep a Child Alive, sebuah organisasi non-profit untuk menyuplai obat-obat HIV dan AIDS bagi keluarga-keluarga di benua Afrika. Alicia juga menyumbang untuk Frum tha Ground Up, organisasi penyedia beasiswa bagi anak dan remaja tak mampu.(f)


Topic

#kariersukses

 


MORE ARTICLE
polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?