
Beberapa waktu lalu situs Business Insider mengulas tentang pertanyaan wawancara kerja di perusahaan teknologi. Termasuk di dalamnya pertanyaan-pertanyaan yang terdengar nyeleneh, seperti “Mengapa bumi berputar?” Pertanyaan ini muncul dalam wawancara kerja yang dilakukan Twitter saat mencari kandidat software engineer. Perusahaan Cisco, menyaring para kandidat senior technical writer dengan pertanyaan, “Jika Anda mengalami reinkarnasi, ingin terlahir kembali sebagai pohon apa?” Aneh?
Konsultan karier dari Enlighten Consulting, Elvi Fianita, Psi, mengatakan bahwa tidak ada aturan baku dalam wawancara pekerjaan. Jenis-jenis pertanyaannya juga tidak selalu berkisar pada hal yang sama, sebab tiap bidang pekerjaan membutuhkan kriteria berbeda. Beda bidang pekerjaan, beda pula pertanyaannya.
“Apakah kamu suka berdandan?” adalah pertanyaan yang diajukan kepada Ovidia Nomia saat ia menjalani wawancara pekerjaan. Meski terdengar ajaib, ia merasa bahwa pertanyaan ini cukup relevan. “Ini karena saya melamar posisi sebagai public relations di perusahaan kosmetik,” ujar Corporate Communications Manager PT L’OREAL Indonesia ini.
Pengalaman serupa juga pernah dilalui Prasti, pramugari salah satu maskapai penerbangan nasional. “Waktu itu saya diminta menjelaskan cara membuat nasi goreng dalam bahasa Inggris,” kenangnya, geli. Walau sempat terkejut dan bertanya-tanya dalam hati arah tujuan pertanyaan tersebut, ia berusaha menjawab sebaik mungkin. “Belakangan saya tahu bahwa itu hanya cara pewawancara untuk menguji kemampuan bahasa Inggris saya,” jelasnya.
Namun, terkadang ada juga pewawancara yang memberikan pertanyaan jauh di luar teori dan bidang pekerjaan. Joan Caroline pernah dibuat terkaget-kaget karenanya. Saat wawancara kerja di sebuah perusahaan pertambangan, ia pernah ditanya, “Apa warna favorit kamu? Apakah kamu punya pacar?” Kemudian, di kantor tempatnya sekarang bekerja, Manager of Geosciences Technology ini ditanya tentang musik favoritnya.
Kini, bola telah beralih. Joan duduk di kursi pewawancara, mencoba untuk mencari kandidat paling tepat untuk posisi sekretaris di kantornya. Pada kesempatan ini ia mengajukan pertanyaan saat mewawancarai calon sekretaris, “Apa kegiatan kamu di akhir pekan?” Tanpa mengharapkan jawaban rumit atau penuh perhitungan, Caroline hanya menujukannya sebagai ice breaking. “Supaya mereka merasa lebih relaks,” jelasnya.
Menurut Joan, para pelamar biasanya sudah siap dengan segala teori dan hal-hal yang teknis. Dengan pertanyaan yang lebih humanis, mereka bisa tersenyum dan otomatis less stress. Diskusi jadi lebih mengalir dan terbuka. “Dari sisi pewawancara, ini salah satu cara untuk menggali lebih dalam kepribadian pelamar,” jelas Pemenang I Kompetisi Wanita Karier Femina 2015/2016 ini. (f)
Baca juga: 4 hal yang harus dihindari saat wawancara kerja.
Topic
#wawancarakerja


