
Foto: Fotosearch
Maya - Semarang
Menurut konsultan karier Emilia Jakob, pertama-tama, sadarilah bahwa meskipun usia rekan kerja Anda lebih muda, ia tetap saja lebih senior dari Anda di perusahaan itu. Lebih senior bisa berarti pengalamannya di perusahaan itu lebih banyak, atau kompetensinya lebih diakui, terlepas dari faktor pandai mengambil hati.
Jika ingin bertahan di perusahaan itu dan memiliki karier yang menjanjikan, sebaiknya Anda ‘bersahabat’ dengan banyak pihak, salah satunya tentu saja rekan senior tersebut. Jika ia mengutak-atik dan memberi kritik pada pekerjaan Anda, ambil sisi positifnya. Pisahkan caranya yang Anda anggap meremehkan dan fokuslah pada isi dari kritikannya. Tak ada salahnya jika kritik atau masukan positif darinya, Anda akomodasi untuk lebih menyempurnakan pekerjaan Anda.
Apabila Anda mendapatkan pujian atas pekerjaan tersebut, pujilah rekan Anda itu secara terbuka di depan umum. Sehingga, rekan kerja Anda juga bisa melihat bahwa Anda bukan ancaman bagi dirinya. Namun, apabila pendapatnya tidak sejalan dengan pemikiran Anda, tetap ucapkan terima kasih dan kemukakan ide Anda yang didukung data-data kuat tanpa intensi sama sekali untuk meremehkannya.
Suntikkan aura positif dan tanamkan pada pola pikir Anda bahwa turut campurnya pada pekerjaan Anda adalah hanya karena keinginannya untuk membantu. Perlahan-lahan hubungan Anda dan rekan kerja senior pasti bisa berubah ke arah yang lebih baik. (f)
Baca juga:
Sistem Remote Working untuk Perusahaan: Kami Tetap Produktif Bekerja, Meski Bukan dari Kantor
Saat Terjebak Rantai Korupsi di Kantor
4 Cara Meningkatkan Kualitas Profil LinkedIn Anda
10 Kata yang Paling Banyak Digunakan Profesional di LinkedIn
Topic
#TipKarier


