Career
Punya Teman Kerja Manipulatif? Siasati dengan Trik Ini!

10 Jul 2024

Tokoh utama film The Assistant, Jane, dikelilingi kolega-kolega yang manipulatif dan suka menyalahgunakan kekuasaan. Foto: Bleecker Street

Sudah nonton film tahun 2019 The Assistant? Selain mengamati bagaimana Jane (Julia Garner) menjalani hari-harinya sebagai asisten junior, kita akan melihat bagaimana lingkungannya dipenuhi oleh kolega-kolega yang manipulatif dan menyalahgunakan kekuasaan mereka.

Film ini menunjukkan bagaimana Jane menerima beban pekerjaan secara tidak adil dan menghadapi berbagai bentuk pelecehan dan eksploitasi. Keberadaan rekan-rekan kerja seperti ini menciptakan lingkungan dan persaingan kerja yang tidak sehat.

Di dunia nyata, kita mungkin pernah berhadapan dengan rekan kerja yang toxic. Melansir dari laman web Listening Partnership, seseorang menjadi manipulatif di tempat kerja karena menginginkan sesuatu, seperti promosi, kenaikan gaji, atau jabatan. Mereka ingin merasa superior apapun kondisi dan risikonya.

Lantas, bagaimana menghadapi situasi seperti ini dengan bijak? Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan. 

Kenali tanda-tandanya!

Jangan pernah lengah kecuali siap diterkam! Menurut PsychCentral, manipulasi bisa muncul dalam berbagai bentuk; bikin kita merasa bersalah, memutarbalikkan fakta, atau memanfaatkan kebaikan untuk keuntungan pribadi mereka. Mengenali tanda-tanda ini bisa membantu bersikap lebih waspada dan tidak mudah terjebak dalam permainan mereka.

Tetap tenang dan profesional

Pasti menyebalkan ketika dimanipulasi rekan untuk mengerjakan sesuatu yang bukan ranah kita. Namun, jangan biarkan emosi mengambil alih sikap karena hal tersebut yang diharapkan para manipulator ini. Tetap tenang dan profesional, bahkan saat kita tahu rekan kerja sedang berusaha memanipulasi. Bersikap tenang membuat isi kepala jadi lebih jernih sehingga dapat mengatasi situasi lebih efektif.

Keep it private!

Menurut Verywell Health, rekan kerja yang manipulatif kerap menggunakan informasi pribadi sebagai taktik manipulasi mereka. Karena itu, penting untuk membatasi informasi pribadi yang kita bagikan di tempat kerja. Hanya berikan informasi yang diperlukan dan hindari diskusi tentang kehidupan pribadi kita, walau itu rekan kerja terdekat sekalipun.

Tetapkan batasan jelas

Manipulator akan semakin gencar melancarkan taktiknya jika kita tidak memiliki batasan yang jelas. Jangan segan untuk berkata "tidak" ketika sesuatu terasa tidak benar, seperti hasil negosiasi yang memberatkan  atau mempermainkan perasaan kita demi mendapatkan pinjaman uang. 

Berikan penjelasan dengan tegas kalau perilaku mereka tidak dapat diterima. Dengan demikian, kita menunjukkan kalau kita tidak mudah diintimidasi atau dimanipulasi.

Sudah berlebihan? Dokumentasikan!

Jika kita merasa rekan kerja sudah berlebihan, jangan takut mendokumentasikannya. Memang tidak mudah bersuara, terlebih dengan risiko kehilangan pekerjaan, tapi penting diingat bahwa lingkungan kerja yang baik akan menghasilkan kinerja yang baik pula. 

Kita bisa mulai dengan menyimpan catatan email, pesan, dan percakapan bersifat memanipulasi sebagai bukti. Hal ini bisa sangat berguna jika kita perlu melaporkan perilaku mereka kepada atasan atau orang SDM.

Baca juga:
3 Tips Menghadapi Persaingan Tidak Sehat di Kantor
5 Cara Efektif Memberikan Kritik Membangun Kepada Rekan Kerja
5 Tips Bekerja di Ruang Bersama, Nomor 2 Sering Terlewatkan
 

Ghina Athaya


Topic

#intrikditempatkerja , #temankerjamanipulatif, #duniakerja

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?