Career
6 Penyebab Konflik Muncul di Kantor

29 Mar 2017


Foto: Fotosearch

Akibat dari konflik ternyata tak selalu negatif. Kenyataannya, bila berhasil ditangani dengan baik, konflik bisa membuat situasi kerja lebih sehat. Karena, konflik itu bisa membuka masalah lebih terbuka, sehingga menciptakan pemikiran baru. Konflik juga bisa meningkatkan keterlibatan orang, menimbulkan komunikasi yang lebih tulus, dan tercapainya konsensus yang mempertemukan kepentingan individual dan atasan di kantor sehingga, proses manajerial lebih lancar. Umumnya, ada beberapa penyebab terjadinya konflik di kantor, yaitu:

1. Komunikasi yang tidak jalan, atau gaya komunikasi yang berbeda sehingga menimbulkan ketidaksepahaman.
2. Nilai-nilai atau budaya yang berbeda. Khususnya di Indonesia, yang terdiri dari beragam suku bangsa dan agama, terkadang perbedaan ini membawa konflik. Misalnya, cara penyelesaian rekan kerja yang berasal dari suku Batak yang tegas dan keras, tak jarang menimbulkan konflik dengan orang Jawa yang halus.
3. Perbedaan kepentingan. Di sini terjadi konflik ketika setiap orang bersaing untuk mencapai target/kepentingan  mereka masing-masing.
4. Tidak meratanya fasilitas kantor. Misalnya, pada perusahaan yang baru berdiri, tak semuanya menyediakan internet yang bisa diakses di masing-masing meja. Untuk mengaksesnya, hanya ada satu atau dua komputer. Rebutan memakai  fasilitas pencari informasi dan berkirim kabar ini tak jarang membuat konflik.
5. Perbedaan kepribadian. Kepribadian seseorang itu ada yang dominan, kalem, atau tertib menjalankan aturan. Ketika bekerja dalam tim, perbedaan ini bisa memicu konflik, kalau masing-masing tidak mau memahami perbedaan dirinya dengan orang lain.
6. Kinerja yang buruk. Saat seseorang menunjukkan kinerja yang tidak optimal dari semestinya, sehingga mengganggu kerja rekan atau divisi yang lain, maka konflik pun tak terhindarkan. (f)

Baca juga:
Konflik Psikis
Rambu Berkonflik
Jangan Sampai Terperangkap Konflik di Kantor


Topic

#konflik

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?