Career
5 Tanda Anda Mesti Istirahat Bekerja

3 Dec 2019

Foto: Shutterstock

Saking sibuknya dikejar tenggat waktu, seringkali kita mengabaikan sinyal yang dikirim tubuh kalau Anda mesti istirahat. Beberapa perusahaan memiliki kebijakan dengan mengatur komputer yang mengingatkan pemakainya untu beristirahat. Tapi jika perusahaan Anda tidak memiliki sistem seperti itu, baiknya Anda membaca sinyal berikut:
 
Gampang lupa. Mudah lupa bisa jadi gejala penyakit yang berat seperti demensia, tapi jangan buru-buru panik, mungkin itu karena Anda terus bekerja tanpa jeda. Saat beban pekerjaan yang harus diselesaikan begitu banyak, mudah sekali untuk jadi lupa atau melewatkan beberapa detail. Ini bisa dikendalikan dengan mencatat detail pekerjaan yang harus diselesaikan, tapi jangan abaikan kalau ini merupakan sinyal kalau otak Anda keletihan. 

Sulit berkonsentrasi. Berjam-jam duduk memelototi layar komputer tapi sulit meneruskan sebuah kalimat yang ditulis atau dibaca? Tak perlu dipaksakan. Ini bisa jadi salah satu sinyal Anda perlu istirahat. 

Sulit menangkap dan menyerap informasi. Setelah mengumpulkan informasi dari berbagai sumber Anda tentu berharap pekerjaan jadi lancar. Tapi boro-boro membantu menyelesaikan pekerjaan. Informasi tadi mendadak terasa seperti huruf-huruf tanpa makna. Otak terasa penuh dan otak yang lelah berpikir, menolak untuk bekerja. 

Perhatian mudah teralihkan dan sulit kembali untuk menyelesaikan pekerjaan. Bunyi notifikasi di telepon yang masuk lebih terasa menarik perhatian Anda ketimbang menyelesaikan pekerjaan? Ini biasa terjadi. Tapi jika kemudian Anda sulit kembali fokus pada pekerjaan, mungkin baiknya Anda beristirahat. 

Pekerjaan jadi terasa tak kunjung beres. Gara-gara kurang konsentrasi dan mudah teralihkan, pekerjaan pun akhirnya jadi molor. 
 
Foto: Shutterstock

Jika lima sinyal tadi 'menyala' begitu kuat, baiknya tak usah memaksakan diri. Istirahat saja dulu. Meski kesannya mengorbankan waktu, istirahat justru bisa membuat pekerjaan lebih efektif dengan hasil lebih baik. Secara psikologis, istirahat membuat performa lebih baik dan memberi tenaga baru bagi pekerja. 

Menurut para ahli pada titik tertentu setiap orang perlu berhenti dan mengisi baterai mereka kembali. Istirahat sejenak di tengah jam kerja dapat meningkatkan kekuatan mental yang mendorong konsentrasi dan performa kerja. Tak harus sampai satu jam, istirahat terutama yang membuat emosi jadi positif, beberapa menit saja bisa memberi manfaat. 

Beberapa aktivitas positif yang bisa dilakukan saat istirahat antara lain, meditasi, bergerak seperti jalan kaki, belajar hal baru atau main gim, mengobrol dan bersosialisasi dengan rekan kerja, atau merencanakan liburan. (f)

Baca Juga:

Pentingnya Partisipasi Wanita di Bidang STEM
Ini Cara Dorong Inklusi Dalam Institusi
Menjadi Pemimpin yang Down to Earth


Topic

#karier

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?