
Foto: Fotosearch
Menurut konsultan karier, Emilia Jakob, menunjukkan rasa tidak suka, baik di kantor maupun di luar kantor, tentunya dibolehkan. Hak setiap orang untuk menunjukkan secara jujur perasaannya, ketimbang jadi orang yang selalu terlihat positif, padahal ‘ngomong’ di belakang. Tentunya cara menunjukkan protes ini yang harus diperhatikan dengan cermat.
1/ Apakah ketika menunjukkan rasa tidak suka, Anda mempertimbangkan juga perasaan orang lain atau hanya peduli pada kepuasan pribadi? Dalam kasus ini, sulit bagi Anda untuk meminta rekan senior agar lebih sopan dan tidak terlalu sensitif. Belum tentu ia akan menerima masukan Anda.
2/ Pahami bahwa perasaan terlupakan atau tersisihkan itu amat sangat tidak enak. Ia bisa saja tidak sadar bahwa caranya menunjukkan protes itu malah membuat dirinya makin dijauhi oleh rekan-rekan kerja lainnya. Lama-kelamaan ini bisa menjadi lingkaran yang tidak terputus, sehingga, bila Anda ingin membantunya berhenti, terimalah sikap ‘kasar’ tersebut dengan lapang dada. Coba pahami bahwa tidak ada orang yang senang untuk disisihkan. Mulai dari diri Anda dan kelompok terkecil sekitar, usahakan untuk selalu ingat melibatkannya dalam hal-hal sekecil apa pun.
3/ Sama seperti lingkaran negatif yang tadi terbentuk, lingkaran positif juga akan terbentuk dengan sendirinya ketika ia diterima. Rekan kerja Anda ini bisa menjadi lebih lunak dan kemudian rekan lainnya otomatis akan makin ‘ringan’ pula untuk melibatkannya ke dalam segala aktivitas. Selama ini, cara paling efektif untuk mengubah orang adalah dengan menerima bahwa ia mungkin tak akan pernah berubah dan hormati saja dia apa adanya. (f)
Baca juga:
5 Langkah Mudah Mengendalikan Emosi dalam Situasi Konflik
Tantangan Baru Karier di 2017
Cara Memperbaiki Komunikasi Dengan Atasan
4 Cara Menjadi Pribadi yang Lebih Asertif (Bukan Agresif) untuk Mendukung Karier
Topic
#TipKarier


