
Foto: Fotosearch
Bos galak, rekan kerja nggak asyik, lokasinya jauh dari rumah… wuih, nggak habis-habisnya keluhan kita begitu ditanyakan pekerjaan sekarang. Ya, sah-sah saja mersa nggak betah dan ingin secepatnya hengkang. Tapi, selama rencana kita belum terwujud, kita harus berbesar hati untuk menerima kenyataan: kita masih terdampar di kantor ini.
Artinya, kita pun harus mulai berteman dengan pekerjaan. Berikut langkah-langkahnya….
Fokus hal positif
Okelah, mungkin banyak sisi nggak menyenangkan dari pekerjaan kita. Tapi masa iya, sih, segitu buruknya sampai nggak ada hal positif sedikit pun? Coba, deh, analisa ulang—tanpa hati panas tentunya, he he he.
Gaji boleh saja kecil, namun jangan lupakan ‘fasilitas’ lain yang mungkin kita dapat. Misalnya, bisa reimbursed uang ngopi (dengan alasan meeting bersama klien), bisa buka media sosial di kantor (sementara perusahaan lain banyak yang mem-block akses ke situs jejaring social), bisa istirahat makan siang lebih lama karena atasan jarang masuk, dan lainnya.
Kesannya memang sepele, tapi percaya, deh, banyak orang di luar sana yang berharap memiliki fasilitas yang selama ini kita miliki.
Buat target pribadi
Tujuannya: agar kita lebih bersemangat. Sebagai sekretaris, misalnya, yang tadinya dalam sehari hanya mampu mengerjakan dua notulen, coba sesekali naikkan target menjadi tiga notulen. Cari cara dan metode yang memungkinkan target itu tercapai.
Buatlah target yang menantang kita untuk mengeluarkan upaya terbaik. Tapi, harus tetap realistis dan sadar kemampuan, ya. Target yang ketinggian bisa bikin stres, sebaliknya yang terlalu rendah malah bikin bosan karena kita jadi kurang tertantang untuk meraihnya.
Cari variasi
Mengerjakan hal yang itu-itu saja setiap hari memang bisa bikin kita mati bosan di kantor. Solusinya, cari variasi cara kerja yang bikin kita seolah punya control. Jika kita akuntan, misalnya, buatlah laporan konsolidasi untuk memudahkan analisa pelaporan (yang digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan oleh atasan).
Bukan hanya atasan senang karena ‘membaca’ laporannya lebih gampang, kita pun merasa lebih berharga karean bisa menghasilkan sesuatu. (f)
Topic
#mengembangkankarier


