Career
24 Jam Lebih Produktif, Anda Bisa Bekerja Cerdas di Tahun Baru!

30 Dec 2016


Foto: Dok. Pribadi, 123RF

Semua orang dibekali talenta dan jumlah waktu 24 jam dalam sehari. Demikian juga pendiri Mark Zuckerberg, CEO Yahoo Marrisa Mayer, pendiri Microsoft Bill Gates, dan Leanin.org Sheryl Sandberg yang masih bekerja sebagai Chief Operating Officer di Facebook. Lalu, apa yang membedakan Anda dari mereka? Mengapa mereka sukses, dan Anda selalu merasa kekurangan waktu dan tidak produktif? Tak perlu jauh-jauh belajar hingga ke mancanegara, sebab di sekeliling kita ada orang-orang hebat yang bisa memanfaatkan waktu dengan produktif dan sangat menginspirasi. Mari belajar dari Farina Situmorang (34), CEO & Managing Partner Catalyst Strategy berikut ini.
 
"Dulu, saya selalu berusaha mengerjakan semua pekerjaan seorang diri. Sekarang, saya memahami bahwa cara bekerja yang lebih efektif dan efisien adalah dengan tidak takut untuk mendelegasikan pekerjaan kepada tim. Beri mereka kepercayaan dan ruang kebebasan untuk mengeksplorasi dan menyelesaikan pekerjaannya. Jadi, pekerjaan yang saya lakukan adalah pekerjaan-pekerjaan yang esensial. Ketika ada masalah, saya melatih tim untuk datang dengan rekomendasi solusi yang kemudian kami diskusikan bersama."
 
BANGUN TIDUR…
Pukul 05.00. Saya tipe morning person, dan tidak suka memulai hari dengan tergesa-gesa. Bangun pagi memberi saya cukup waktu untuk melakukan segala sesuatu dengan tenang. Sebab, bagaimana saya memulai hari, berpengaruh pada mood sepanjang hari.
                                                                                                         
MEMULAI HARI DENGAN …
Tarik napas panjang, stretching dan meditasi selama 15 menit. Penting bagi saya untuk tidak memeriksa ponsel di pagi hari, sampai saya masuk ke dalam mobil menuju kantor. Hal ini membantu saya lebih peka terhadap apa yang saya lakukan, pada lingkungan sekitar, dan lebih relaks dalam bekerja. Tidak lupa, menikmati kopi favorit seduhan sendiri di pagi hari. It made my day!
 
TIDAK BOLEH KETINGGALAN …
Ponsel dan wireless keyboard. Saya tak terlalu membutuhkan laptop, karena segala pekerjaan bisa dilakukan melalui ponsel. Karena saya suka menuangkan ide segar dalam bentuk tulisan tangan, saya selalu membawa buku jurnal ke mana pun saya pergi. Jika memungkinkan, saya akan membawa tablet pintar, untuk membaca buku di sela-sela kesibukan.
 
CARA MENANGANI E-MAIL …
Membagi waktu membalas e-mail di pagi hari dan sore hari menjelang pulang kantor. Pagi khusus membalas e-mail dari hari sebelumnya. Sore membalas e-mail untuk pekerjaan hari itu dan kebutuhan esok hari. Rekan dan klien yang ingin merespons harus segera memberi tahu melalui WhatsApp atau telepon, sehingga saya tidak harus memeriksa e-mail 24/7. Mereka juga harus mencantumkan permintaan spesifik untuk memudahkan saya mengambil keputusan secara cepat.
 
FILOSOFI KERJA …
Kita bukan robot yang harus menyelesaikan beberapa pekerjaan dalam waktu seminggu, misalnya. Saya percaya, ketika kita bekerja dengan senang, bahagia, tanpa tekanan, kita justru bisa menunjukkan kinerja yang produktif. Tapi, saya sangat menghargai waktu, karena waktu adalah resources paling berharga dalam kehidupan manusia. Sangat terbatas. Kita tidak bisa meminta waktu tambahan atau mengulang waktu. Manfaatkan sebaik mungkin dengan menjalani aktivitas harian dengan hati senang!
 
LEBIH EFEKTIF BEKERJA…
Dengan tidak terlalu sering mengecek ponsel. Agar tidak terdistraksi, saya mematikan hampir semua notifikasi, kecuali WhatsApp dan Telegram.  WhatsApp  menjadi saluran komunikasi antara saya dengan klien atau tim, sementara Telegram banyak dipakai rekanan saya di luar negeri.
 
KEBIASAAN TERBAIK …
Tidak membiasakan diri menjadi multitasker. Bagi saya, multitasking tidak banyak membantu menyelesaikan pekerjaan dengan lebih efektif dan efisien. Terlebih ketika sedang bicara dengan orang lain, saya tidak suka melakukan hal lainnya, seperti memeriksa ponsel. Aktivitas ini sering mencuri kesadaran. Bisa-bisa saya membuat keputusan yang salah karena fokus dan pikiran terbagi-bagi.
 
CARA REHAT SEJENAK…
Antara meditasi di siang hari, atau menulis di jurnal. Menulis ide segar, perasaan hari ini atau apa pun. Saya sangat suka menulis dengan pulpen di buku jurnal yang selalu saya bawa ke mana pun. Atau, jika sedang merasa tertekan dengan pekerjaan, saya dan partner akan pergi ke rooftop untuk berteriak sekencang mungkin. Ini adalah salah satu cara stress relieve kami. Ha… ha… ha….
 
WAKTU TIDUR …
Pukul 10 malam. Setelah berbincang santai dengan kekasih selama beberapa menit melalui telepon atau membaca buku-buku nonfiksi, filosofi, atau spiritual. Saya siap tidur. Tapi, jangan lupa atur ponsel ke ‘airplane mode’, agar tidur lebih tenang tanpa diganggu oleh panggilan telepon atau e-mail untuk urusan pekerjaan. Tidur pun akan jadi lebih berkualitas, agar esok pagi lebih bersemangat.
 

 
PETA KESEHARIAN FARINA:
6.00
Rutin olahraga pagi. Kalau tidak berenang dan menemani anjing jalan-jalan, Farina akan melakukan pilates. Selain bagian dari gaya hidup sehat, olahraga di pagi hari membuatnya lebih semangat beraktivitas.
 
8.00
Cek e-mail di salon. Waktu 45 menit mencuci rambut dan blow drying setelah berenang pagi, dapat digunakan untuk membalas hampir 100 e-mail pekerjaan atau mencatat ide di buku jurnal.
 
10.00
Yuk, rapat! Sebisa mungkin, Farina akan melakukan rapat dengan timnya paling lama 30 menit dengan agenda yang jelas dan sudah siap untuk dibahas agar waktu kerja tidak tersita.
 
Hindari rapat di sore atau malam hari.
Walau terkadang dituntut memiliki waktu yang fleksibel, sebisa mungkin Farina menghindari rapat di luar kantor yang dilakukan di atas pukul 4 sore. Sebab, di waktu tersebut, jalan di lokasi kantornya macet parah. Buat apa buang-buang waktu di jalan?
 
12.00
Makan siang dan… rapat. Sehari ia bisa rapat lebih dari sekali, sehingga tak jarang dilakukan bersamaan dengan makan siang. Ia tidak mau sembarangan memilih makanan. Selalu ada sayur, buah, protein, dan terkadang nasi merah dalam menu makannya.
 
14.00
Meditasi. Tidak hanya meditasi seorang diri di kantor, Farina juga akan mengajak serta rekan kerja lainnya untuk menenangkan diri mereka di tengah kesibukan, selama 15 atau 30 menit. Ini akan membantu menyegarkan pikiran, dan memunculkan ide-ide brilian untuk pekerjaan tim.
 
15.00
Sesi 1-on-1 dengan Tim. Tiap hari  ia menyempatkan diri berbincang santai dengan timnya satu per satu. Apa yang mereka rasakan hari ini, adakah kesulitan dalam bekerja. Cara ini penting untuk mengenali karakter masing-masing orang. Ini membantunya dalam mendelegasikan tugas kepada orang yang tepat.
 
Ukur Mood Hari Ini
Farina menerapkan ‘happiness index wall’ untuk menjamin suasana kerja yang menyenangkan bagi dirinya dan tim. Sebelum mulai bekerja, semua tim diminta untuk mengisi   kadar kebahagiaan mereka hari itu, dari skala 1 sampai 10. Ini akan membantu sesama teman kerja mengetahui mood rekan kerja lainnya dan bagaimana saling berkomunikasi.
 
16.00
Membalas e-mail tahap 2. Farina akan membalas e-mail pekerjaan antara pagi atau sore hari, sebelum pulang kantor. Ia juga tak lupa memeriksa agenda untuk kegiatan esok harinya.
 
17.00
Tidak lupa untuk bersenang-senang. Life is not just about work! Tak mengherankan,  Farina kerap menghabiskan sore hari bersama teman-temannya dengan mengunjungi kedai kopi, yang bisa berlanjut hingga acara makan malam bersama.
 
22.00
Relaksasi menjelang tidur. Farina kerap melakukan relaksasi di bathtub dengan menaburkan garam mandi. Atau memanggil tukang pijat untuk merelaksasi otot-ototnya yang tegang. Ini membantu tubuhnya menjadi  lebih relaks dan tidur lebih nyenyak. (f)

Baca juga:
4 Langkah Tetap Produktif Saat Putus Cinta
5 Cara Agar Gen C Lebih Produktif di Kantor
20 Cara Lebih Produktif Dalam Bekerja (Part 2)
 


Topic

#produktif

 


polling
Seberapa Korea Anda?

Hallyu wave atau gelombang Korea masih terus 'mengalir' di Indonesia. Penggemar KDrama, Kpop di Indonesia termasuk salah satu yang paling besar jumlahnya di dunia. Lalu seberapa Korea Anda?